Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kisah Terlarang di Bawah Bayangan Takdir

Kisah Terlarang di Bawah Bayangan Takdir

Arga dan Zahra berteduh di bawah pohon beringin tua yang menjulang tinggi di tengah taman. "Hujan," kata Zahra, sambil menatap tetesan air yang menghantam daun pohon beringin. "Seperti perasaanku yang mengalir tak terbendung." Arga menanggapi ucapan Zahra dengan senyum yang lembut. Ia memahami perasaan Zahra yang tercurah dalam tetesan hujan itu. "Seperti rindu kita yang lama terpendam," jawab Arga. "Rindu yang mencurah seperti hujan ini."
578 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai tentang hujan dan rindu
Baca
+Pustaka
Ku Titip Rinduku Dalam Naungan Cinta-Mu

Ku Titip Rinduku Dalam Naungan Cinta-Mu

Memang tak harus memiliki Itulah yang membuatku Berusaha melupakanmu Tapi rasa rindu ini Bagaimana caraku untuk bisa menghilangkannya? Akankah hati ini terus tersiksa Pada rindu yang tak bertepi? Yang membuat air mata ini jatuh. *** "Tentang rindu yang terpendam" Dibawah sebuah pohon yang teduh Beralaskan rerumputan hijau Hiasan air mata yang menetes Dan suara hati yang menangis
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai tentang hujan dan rindu
Baca
+Pustaka
Kontrak Cinta Sang CEO

Kontrak Cinta Sang CEO

“Sekarang, hujan cuma bikin aku sadar kalau waktu nggak pernah berhenti. Kita yang berhenti.” Ayla terdiam. Hujan mulai turun pelan, membasahi dedaunan dan pagar besi. Suaranya menenangkan, tapi sekaligus mengoyak sesuatu yang rapuh di dada mereka. “Aku rindu kamu, Nay,” bisik Ayla akhirnya. “Rindu apa?” tanya Nayaka, menatap lurus ke arah hujan. “Rindu kamu yang dulu. Kamu yang selalu bikin aku ngerasa rumah.”
1.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai tentang hujan dan rindu
Baca
+Pustaka
Perselingkuhan di Siang Hari

Perselingkuhan di Siang Hari

Ia hanya menunduk, merasakan sesuatu di dadanya bergerak pelan—antara rindu dan takut. Di luar, hujan mulai turun lagi, seperti mengingatkan bahwa hari sudah hampir gelap , dan ada batas yang tak bisa ia lewati. -
102.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai tentang hujan dan rindu
Baca
+Pustaka
AIR MATA RINDU

AIR MATA RINDU

ucap Bu Wati yang terdengar lirih. Saat pelukan terlepas, bisa kulihat wajah Bu Wati yang basah. Gegas kuhapus jejak air mata itu dengan jari. "Jangan nangis, Bu. Rindu kan sudah pulang." Wanita itu mengangguk, lalu mengalihkan tatapan pada para tetangga yang kini berbaris rapi di depan rumah. "Ibu-ibu, Bapak-bapak, saya minta doanya untuk Rindu. Sebentar lagi dia akan menikah dengan Janu, keponakan saya."
1013.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 450 kali sebagai tentang hujan dan rindu
Baca
+Pustaka
RINDU MENJANDA

RINDU MENJANDA

Aku mengulum senyum membaca pantun pembuka surat dari Pak Arif. Hai, Bu Rindu. Mohon maaf kalau tulisanku jelek ya. Mungkin mata Bu Rindu akan sakit membacanya. Apalagi aku menulis surat ini secepat kilat, sekilat kehadiran Bu Rindu dalam hariku hingga kini pergi menjauh.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai tentang hujan dan rindu
Baca
+Pustaka
Sekuntum Rindu

Sekuntum Rindu

Aku bukan anak kecil yang tak boleh kena air hujan. Nayla tersenyum singkat, dia menggelengkan kepala sambil mengelap sisa air hujan yang masih menempel di rambutnya. "Hujannya nggak terlalu lebat kok, biasa saja. Lagian juga hujannya masih air, bukan hujan batu. Bukan masalah kok." Nayla bersuara lembut. Alunan musik dari musisi lokal di ruang tengah begitu mengasyikkan. Salah seorang musisi yang sedang memainkan piano mengangkat tangannya. Arif membalasnya kemudian mengacungkan ibu jarinya. Nayla paham betul dengan isyarat yang diberikan Arif. Hal itu berarti perintah untuk memainkan lagu kesukaan Nayla, yaitu 'Always on my mind'. "Masih belum bosan dengan lagu itu?" Nayla membuka percakap
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai tentang hujan dan rindu
Baca
+Pustaka
Pesan Rindu Dari Ma'had

Pesan Rindu Dari Ma'had

Cinta yang ku pendam Tak sempat aku nyatakan Karena kau telah memilih Menutup pintu hatimu Ijinkan aku membuktikan Inilah kesungguhan rasa Ijinkan aku menyayangimu Sayangku ooh Dengarkanlah isi hatiku Cintaku ooh Dengarkanlah isi hatiku Bila cinta tak menyatukan kita Bila kita tak mungkin bersama Ijinkan aku tetap menyayangimu. "Reyshableng!" gumam Alfa dan kembali fokus menyetir.
9.823.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 823 kali sebagai tentang hujan dan rindu
Baca
+Pustaka
Pernikahan Politis

Pernikahan Politis

Ia berdamai dengan ujian yang menimpanya. Kini mereka sudah dalam ruang dan koordinat yang sama. Nyatanya rindu itu tidak begitu saja selesai, justru kian memburu. Derunya selaras dengan hujan yang kian deras. . Tamat
105.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 203 kali sebagai tentang hujan dan rindu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status