Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia
“Tetap saja, setiap karya pasti punya jalan takdirnya sendiri. Ada yang menyambut dengan gembira, ada juga yang menentangnya. Aku pernah dikritik keras, bahkan dituduh terlalu menyederhanakan sejarah. Tapi bagiku, itu bagian dari napas sebuah karya. Kritik pun adalah bentuk perhatian, sudut pandang yang berbeda yang justru memperkaya diskusi. Selama itu jujur dan tulus, aku menerimanya sebagai asupan—bahan bakar untuk terus menulis.”
“Dan itu sehat,” jawab Sita cepat, suaranya tenang. “Kritik adalah bentuk keterlibatan. Saat orang mau repot-repot menulis ulasan panjang, itu artinya karyamu menggugah sesuatu dalam diri mereka. Lebih menakutkan kalau tak ada yang peduli.”
Hot Chapters