Hidup Kembali di Zaman Kuno
Para pemuda mulai terdorong untuk menekuni sastra, berlomba-lomba dalam kebijaksanaan, bukan sekadar dalam kekuatan dan kedudukan.
Setelah menerima penghargaan, Raka melangkah ke tengah alun-alun. Dengan suara lantang namun lembut, ia berkata, “Syair dan sastra bukanlah sekadar alat untuk berlomba, bukan pula sekadar rangkaian kata indah untuk dipuji. Sastra adalah cermin bagi kehidupan, menjadi penuntun bagi yang mencari kebijaksanaan. Jika hari ini aku menang, itu bukan karena aku lebih hebat, melainkan karena aku memahami bahwa sastra harus menjadi teladan dalam hidup, bukan sekadar kebanggaan sesaat.”
Hot Chapters