Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Di Balik Romantisnya Suamiku

Di Balik Romantisnya Suamiku

end of pov -**- Setibanya di rumah sakit yang berlokasi di Surabaya Barat, Naffa dan Reza langsung dipanggil sesuai dengan nomor antrian awal, mengingat kondisi rumah sakit di pagi hari masih terbilang sepi dan belum begitu banyak pasien. "Permisi ya, Bu." Dokter Rani mulai mengoleskan gel pada perut Naffa secara perlahan. Lalu, ia mulai menempelkan transducer dan layar usg mulai menampilkan kondisi janin kecil yang mulai terbentuk di rahim sang wanita. "Janinnya sehat ya, Bu. Usianya kira-kira lima minggu." Dokter Rani kembali berujar sambil menatap pada layar monitor usg dengan hati-hati.
109.8K viewsCompletedAdded to Library 370 Times as terbit 22
Read
+Library
Sibunian Tongga - Kitab 2: Teratai Abadi

Sibunian Tongga - Kitab 2: Teratai Abadi

Yang pertama tepat ketika Puti Bungo Satangkai berusia lima tahun, lalu yang kedua ketika ia berusia lima belas tahun, dan yang ketiga ketika Puti Bungo Satangkai telah berusia 25 tahun. Usaha Inyiak Gadih untuk memulihkan kebisuan dan pendengaran telinga kiri sang gadis tidak membuahkan hasil. Puti Bungo Satangkai memang mengalami kecacatan semenjak di dalam kandungan ibunya, imbas dari terjatuhnya sang ibu ketika itu ke dasar ngarai.
1074.1K viewsCompletedAdded to Library 3.0K Times as terbit 22
Read
+Library
ADNAN, Sang Pemilik Sistem Medis Terhebat

ADNAN, Sang Pemilik Sistem Medis Terhebat

"Kantung ketuban akan saya pecahkan, siapkan diri, Zeta!" Setelah kantung ketuban pecah, suara tangisan lemah bayi terdengar. Zeta dengan cepat mengambil bayi perempuan yang masih tertutup selaput ketuban, membersihkan saluran napasnya dan mengepalkan tumitnya dengan lembut. Dalam beberapa detik, tangisan bayi menjadi lebih kuat dan jelas. [Bayi sehat! Berat badan 3,2 kilogram]
106.5K viewsCompletedAdded to Library 149 Times as terbit 22
Read
+Library
Dendam Pernikahan Pewaris Tampan

Dendam Pernikahan Pewaris Tampan

suaranya serak. “Masih di tempatnya masing-masing, syukurlah,” kata dokter. “Yang pertama posisinya cephalic, yang kedua masih sedikit melintang tapi itu normal di usia lima bulan.” Nayara menoleh ke layar, matanya membesar. Dr. Melisa memperbesar gambar. “Nah … ini Baby A.” Di layar tampak profil mungil dengan hidung mancung kecil, tangannya mengusap wajah sendiri seperti kaget disorot kamera.
108.8K viewsCompletedAdded to Library 291 Times as terbit 22
Read
+Library
Suami Cacatku Ternyata Sultan

Suami Cacatku Ternyata Sultan

ujar sang perawat sambil menyerahkan berkas milik Key. "Oh iya tau, bayi prematur yang lahir di minggu 30 yak? Ya Allah, udah gemoy aja sekarang masya Allah, berapa tadi sus beratnya dia?" tanya Dokter itu kepada sang perawat. "3.5kg, Dok, TB 40cm," jawab suster tersebut singkat. "Masya Allah cepet banget ini naiknya. ASI atau sufor, Bu jadinya? Eh, ibunya bukannya masih di ICU ya?" tanya Dokter itu kembali.
1034.2K viewsCompletedAdded to Library 717 Times as terbit 22
Show Reviews (80)
Read
+Library
Ririichan13
Allow Riri disini ... Riri mau ucapin terimakasih banyak untuk kalian yang selalu mendukung dan setia mengawal kisah Gerry dan Vani hingga saat ini. Jangan pernah bosen untuk baca ceritanya ya, kalau perlu kasih komen dan ulasan juga, agar Riri bisa berbenah menjadi lebih baik .........
Lilih Wati
alur ceritanya lumayan bagus. satu yg aku gak sreg waktu adel kok mau 'gitu' sama wisnu udah tau HIV walau bisa mencegah dgn minum obat tapi apa gak takut? trus kenapa mau sama gerry pdhl itu kaka iparnya. itu aja sih yg aku ga sreg, overall bagus, dtunggu bab selanjutnya ya author, makasih :)
Read All Reviews
Masa Iddah yang Ternoda

Masa Iddah yang Ternoda

Di sana, tampak Annisa sedang terbaring lemah, didampingi oleh beberapa bidan yang masih membersihkan sisa-sisa peralatan bersalin tadi. Annisa terlihat pucat, tetapi rona bahagia terpancar di wajahnya, ketika melihat dua orang itu masuk. "Perempuan, Pak. Normal. Panjang 47 sentimeter. Beratnya 2,9 kilogram. Silakan." Tangan Bima bergetar saat menyambut bayinya. Agak ragu dia memandang wajah mungil itu. Pandu menepuk bahu menantunya, lalu berkata, "Azankan. Dia putrimu."
1063.5K viewsCompletedAdded to Library 2.2K Times as terbit 22
Read
+Library
(BUKAN) Duda Biasa

(BUKAN) Duda Biasa

“Dua puluh minggu, dok.” “Kalo itu yang terbaik, memang lebih baik cuti dulu.” “Bayinya udah nendang, dok?” tanya perawat. Dokter Ina mengangguk, “Tapi pelan.” Perawat tertawa, “Kalo di daerah saya, kalo bayinya nendangnya pelan, ayahnya ada dua.” Adam melirik ke arah perawat, “Oyah?”
47.4K viewsCompletedAdded to Library 178 Times as terbit 22
Read
+Library
Teman tapi Menikah

Teman tapi Menikah

“Terus kondisi perut membuncit gitu tetap terbang?” Cintara mengangguk. “Ada batas maksimal 32 minggu kalau nggak salah. Terus juga harus melampirkan sertifikat ‘fly to fly’ dari dokter yang menerangkan kalau janin itu dalam keadaan sehat.” “Resign aja kenapa, sih? Dante kan sanggup kasih nafkah kamu Ta. Mama takut tahu, nggak. Nggak bisa gitu dipindahtugaskan di darat aja?” tanya Mama Elisa.
6.9K viewsCompletedAdded to Library 242 Times as terbit 22
Read
+Library
Pesona Ibu Susu Kesayangan Tuan Duda

Pesona Ibu Susu Kesayangan Tuan Duda

Meskipun Asha tahu, bayi itu bukan anak kandungnya, tapi entah mengapa, Asha begitu bahagia dan antusias bertemu dengannya. "Kata dokter, Bina sudah banyak sekali kemajuan. Tinggal menunggu beratnya cukup dan tentu saja kemampuan bernafasnya lebih baik." jelas Jonathan tanpa diminta. "Target Sabrina harus capai 2500 gram akhir bulan ini, lalu akan dipantau kemampuan bernapas tanpa alat bantu” Reflek Asha mengangguk, matanya tak lepas dari Sabrina. Tangan Asha menempel di kaca inkubator, seolah-olah ingin menyentuh dan menggedong bayi itu.
1052.6K viewsCompletedAdded to Library 2.1K Times as terbit 22
Read
+Library
Istri Yang Tidak Pernah Diharapkan

Istri Yang Tidak Pernah Diharapkan

Dokter menyambut mereka dengan senyum hangat sebelum meminta Livia berbaring di bed periksa. "Bu Livia, hari ini kita akan melihat perkembangan janinnya ya," kata dokter sambil mengoleskan gel yang terasa dingin di perut Livia. Gadis yang antusias berdiri di samping bed. Begitu pun dengan Randu dan Rajendra. Sedangkan Lunetta tetap duduk di kursi pasien dengan wajah masam. "Ini dia ya, Bu. Sekarang sudah memasuki minggu ke dua puluh. Udah berasa belum, Bu, gerakannya?"
10225.3K viewsCompletedAdded to Library 8.3K Times as terbit 22
Show Reviews (15)
Read
+Library
Yeni Sugiarti
livia sma lakinya sifatnya ga jauh beda... suka tinggal breng sma yg bukan muhrim... sok suci tpi ga mencerminkan perempuan suci... klu emang mau d ceritan livia mandiri, buktiin klu dia mandiri bukan ngarepin bantuan laki" lain... sifat dia sma kya utari perempuan murahan...
Iin Ayuniah
cerita yang luar biasa, banyak bangett pelajaran di dalamnya tentang bagaimana ikhlas, sabar dan selalu berbessr hati untuk memaafkan dan menerima kekurangan pasangan kita masing2.. thanks kak sudah menyuguhkan cerita semenarik ini, sukses terus kedepannya.. aamiin...
Read All Reviews
PREV
1
...
34567
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status