Terpaksa Menikahi Sopir Bapak
Di tengah layar yang kabur, ada sebuah titik mungil, tidak lebih besar dari sebutir beras, yang berdenyut dengan ritme yang cepat dan kuat.
Dengan gamblang, dokter menjelaskan kondisi kandunganku juga janin yang kini ada di dalam perutku. Fatih yang ikut mengamati, sesekali menatapku dengan senyum sambil terus menggenggam tanganku erat. Matanya terpaku pada layar monitor.
"Selamat, Pak Fatih, Bu Safira,” kata dokter itu dengan senyum tulus.
"Usia kandungannya diperkirakan sudah memasuki minggu keempat. Semuanya terlihat normal dan sehat.”
Hot Chapters