DOSA TERMANIS - MENCINTAI MILIK IBU
Dengan rahang mengeras dan hati yang penuh amarah, ia akhirnya melangkah masuk ke mobil sport hitam itu.
Kael membanting pintu di belakangnya, lalu duduk di kursi pengemudi. Sebelum menyalakan mesin, ia melirik Elara dengan tatapan yang sudah tidak lagi sekadar penasaran. Ada kegelapan obsesif yang mulai terbentuk di sana.
"Kamu boleh melawan sekuat tenaga, Elara,” katanya lembut, tapi penuh ancaman manis. “Tapi ingat satu hal, aku nggak akan biarkan kau menang.”