MENANTI KEPASTIAN
Dini manggut tanda mengerti dan nurut.
Pagi pun tiba. Dini pamit berangkat kekampus tanpa handphonenya. Dini hanya bisa melamum di angkutan umum, sambil melihat keluar jendel mobil. Ada hikmahnya juga tanpa handphone, Dini jadi bisa menikmati lalu lalang motor-motor dijalanan, mobil yang saling salip, pancaran lampu lalu lintas merah kuning hijau, kerumunan orang-orang yang baru memulai aktifitasnya dan melewati sekolahan SMK Swasta yang Candra dulu sekolah. Sekolahan yang terkenal dengan tawurannya dan Dini pun berdecak kagum. "Tiga tahun kamu sekolah di situ, tiap hari tawuran, babak belur, untung selamat dan masih diberi umur panjang. Jagoanku, aku mencintaimu."
Hot Chapters