Asmaraloka
Ia harus berhenti menoleh ke belakang, meskipun setiap langkah ke depan terasa seperti meninggalkan dirinya yang dulu.
Pagi harinya, wanita itu datang lagi, kali ini dengan secangkir teh hangat yang lebih banyak. "Aku tahu kau tidak bisa tidur. Pikirkan ini sebagai kesempatan kedua," katanya dengan lembut, "Tapi ingatlah, anakku, waktu tidak akan menunggu kita. Saatnya untuk melangkah, meskipun itu berarti berjalan di jalan yang penuh duri."
ตอนยอดนิยม