Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Castle

Castle

Sesampai di kamar. Aku membantu Cedric duduk di atas sofa dengan kaki bertumpu ke kursi kecil. Di bawah penerangan yang berasal dari perapian, aku melihat darah berceceran di lantai, hingga merusak warna karpet di bawah sofa yang sedang aku injak. Aku mengambil sebuah kotak untuk mengobati luka Cedric di atas meja. Beruntungnya kotak itu masih tergeletak di sana semenjak aku berada di sini.
104.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 129 kali sebagai tetesan darah di lantai
Baca
+Pustaka
Gadis Kecil Di Kamar Hotel

Gadis Kecil Di Kamar Hotel

tanyaku serius. “Nggak ada, Pak. Kenapa?” Ia bertanya balik dengan mimik heran. Aku menunjukkan bekas darah yang berceceran di lantai dan meminta Mang Sugi untuk melangkah keluar pintu dengan hati-hati, agar tidak menginjak genangan merah yang berserak. Lelaki tua itu melompat keluar sambil beristighfar. Aku tahu ia kaget. Sama seperti reaksiku dan Delia ketika pertama kali melihat.
104.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 148 kali sebagai tetesan darah di lantai
Baca
+Pustaka
Akad Dadakan: Suami Penggantiku Ternyata Sultan

Akad Dadakan: Suami Penggantiku Ternyata Sultan

jeritnya pecah, serak, mengiris udara yang penuh hiruk pikuk. Semua kepala sontak menoleh, tapi Isvara tidak peduli. Pandangannya hanya tertuju pada satu titik: tubuh Lita yang terbaring di lantai marmer yang kini sudah kehilangan kesadaran. Ada darah, banyak sekali, mengalir dari sisi tubuh, merembes ke kain yang kusut lalu menyebar, membentuk genangan merah yang kontras dengan lantai putih mengilap.
10162.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.6K kali sebagai tetesan darah di lantai
Baca
+Pustaka
Aku Menghamili Istri Sahabatku

Aku Menghamili Istri Sahabatku

Cairan darah segar berwarna merah pekat merembes deras dari sela-sela rongga dada yang menganga lebar. Setetes demi setetes cairan hangat itu jatuh menghantam permukaan lantai beton yang telah retak berantakan. TET... TET... TET...
102.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai tetesan darah di lantai
Baca
+Pustaka
Sumpah Dalam Kubur

Sumpah Dalam Kubur

Matanya masih berfokus pada noda darah di atas ranjang yang semakin melebar saat itu. Sungguh kejadian aneh yang tidak pernah Lilis lihat sebelumnya, bahkan noda darah itu perlahan mulai meneteskan darah ke arah lantai, hingga menimbulkan genangan darah kecil. "AAAA!"
8.78.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 264 kali sebagai tetesan darah di lantai
Baca
+Pustaka
Roman (sa) Arunika

Roman (sa) Arunika

Basah dan lengket, sebab ternyata darah yang masih terus keluar dan kini mengotori lantai. “Oh berdarah …,” desahku kosong santai sambil memandang lantai. Ternyata aku sudah mengotori lantai dengan darah dan membuat mereka sibuk membersihkannya. Mereka juga sibuk berteriak, dan aku tak peduli.
9.925.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 675 kali sebagai tetesan darah di lantai
Baca
+Pustaka
Terowongan Berdarah

Terowongan Berdarah

Goresan mulai terlihat, sedangkan darah segar mengalir dari luka di lengan pemuda itu. “Mama, Papa, tolong!” teriak Arfan semakin ketakutan. Perlahan, arwah itu mendongakkan kepalanya ke arahnya. Suara seketika tersekat, darah berdesir keras dalam tubuhnya, ia tak tahu harus berbuat apa lagi. “Aaarrrggghhh!” pekik Arfan semakin ketakutan begitu melihat sosok arwah tentara di hadapannya memuntahkan darah kental berwarna hitam bercampur dengan nanah dan belatung yang telah mati.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai tetesan darah di lantai
Baca
+Pustaka
Aku Madu

Aku Madu

Ia memejamkan matanya saat mengingat gadis cleaning service yang masuk ke dalam ruangannya. Baju-baju yang berserakan di lantai di kutip nya satu persatu dan memakainya. Matanya memandang lantai. "Apa yang telah kulakukan?" ucapnya yang melihat bercak darah yang menempel di lantai yang ada di ruangannya.
1027.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 606 kali sebagai tetesan darah di lantai
Baca
+Pustaka
Cinta si aldo

Cinta si aldo

Menakutkan. Sampai di pintu belakang, darah itu pun menghilang. Tidak ada bercak lagi di lantai. Setelah memperhatikan sekitar, ternyata salah. Aku salah, bukan tidak ada. Tetapi darah itu menempel di handel pintu belakang. Aneh, kenapa darah bisa sampai di sini? Darah apa ini? . Melihat ini semua, aku berinisiatif untuk ke kamar mandi dan mengambil sebuah kain lap basah untuk membersihkannya.
1.5K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai tetesan darah di lantai
Baca
+Pustaka
Berdamai dengan Takdir

Berdamai dengan Takdir

Sesaat ketika Zack membuka pintu, tiba-tiba . BUGH! Zack terhuyung lalu terjerembap ke lantai. Dia meringis ketika mendapati setetes darah di sudut bibirnya. Belum sempat dia bangkit dari lantai marmer yang dingin, tiba-tiba sebuah tendangan secara bertubi-tubi menghantam tubuhnya kembali.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai tetesan darah di lantai
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status