Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dendam Membara Mas Tetangga

Dendam Membara Mas Tetangga

Ia tertawa getir. “Walau seperti itu apakah kalian akan sering bertemu? Bunda rasa tidak.” Bunda lalu terkekeh. “Ingatkah kau Tante Girish memesan gulai kambing dari kita untuk acara lahiran anak Bahram? Kau belum ke Ibukota, kan hari itu? Apa kau menangis tanpa sepengetahuan Bunda?”
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai tetesan embun
Baca
+Pustaka
Setoran Bulanan Untuk Mertua

Setoran Bulanan Untuk Mertua

Sreeet Resleting tas pakaian milik Bu Retno pun terbuka. Embun menyibak tumpukan pakaian di sana. Tak ada yang mencurigakan. Embun beralih ke bawah bantal, tapi tetap tak ditemukan benda yang dia cari. Tak ada tanda-tanda keberadaan kado yang dia cari. Hanya ada satu tas kresek hitam yang berisi sisa-sisa kulit buah. Menyerah. Embun pun memilih untuk keluar dari kamar mertuanya. "Kamu ngapain?" Tiba-tiba, Bu Retno telah berdiri di belakangnya. Dengan jantung berdebar, Embun berusaha menguasai dirinya dan berbalik ke arah mertuanya.
1018.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 595 kali sebagai tetesan embun
Baca
+Pustaka
TEMAN HIDUP

TEMAN HIDUP

Meski agak kaget, tapi akhirnya gadis yang pahanya sedang menjadi bantal kepala Kian itu tersenyum, mengedikkan bahu saat Kian meminta maaf lewat tatapannya. Dari balik kaca besar itu, keduanya menatap dedaunan yang terbawa desau angin. Rintikan sebesar biji jagung berjatuhan. Semakin banyak, semakin deras, langit menumpahkan air matanya di siang yang tidak terlaku terik ini.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 134 kali sebagai tetesan embun
Baca
+Pustaka
RAMBUT BASAH SETIAP PULANG KERJA

RAMBUT BASAH SETIAP PULANG KERJA

ujar Sinta dengan tersenyum licik. Sinta bersiap untuk menyiram wajah Alda menggunakan air yang terdapat dalam botol. Namun, saat Sinta hendak menyiramkan air tersebut, tiba-tiba sebuah potongan ranting yang cukup besar mengenai tangannya. Byur, air itu tumpah mengenai dada serta sebagian wajah Sinta.
109.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 369 kali sebagai tetesan embun
Baca
+Pustaka
Kemilau Senja

Kemilau Senja

"Aku serius sayang, nggak sedang bercanda ataupun gombalin kamu, tapi aku suka deh sama ekspresi kamu itu, jadi pengen aku cium bibir kamu yang agak manyun itu. hehe ...." "Sudah ah, bercandanya." "Hehe iya, iya, sayang, jangan ngambek gitu dong." "Aku gak ngambek, Mas, cuma kesel aja." "Apa bedanya sayang ngambek sama kesel?" "Sama-sama manyun tuh."
1010.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 292 kali sebagai tetesan embun
Baca
+Pustaka
SEPERTI MENDUNG

SEPERTI MENDUNG

Namun sekarang ini, wanita yang biasanya memakai celana panjang itu merasakan keringanan di punggungnya. Tangan kanannya mengucurkan air yang ada di dalam gayung ke bunga-bunga. Indah, katanya, sembari bulat mata yang dia miliki menyoroti air yang mulai membasahi bunga. Dia tersenyum. Dan terus diulangi untuk mengucurkan air sampai habis yang ada di dalam ember sampingnya. "Kak, tumben nyiram tanaman," kata Ani.
3.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai tetesan embun
Baca
+Pustaka
Senja yang Ternoda

Senja yang Ternoda

tiba-tiba Anggita memeluk Nanta. Nanta kaget, tak pernah terfikir olehnya, Anggita akan nekad memeluknya. "Apa-apaan kamu, Anggita! lepaskan! apa kamu nggak malu dilihat banyak orang?" Nanta berusaha melepaskan pelukan Anggita. Namun Anggita malah makin erat memeluknya. "Aku nggak akan melepaskannya. Aku kangen banget, Nanta." Anggita malah mempererat pelukannya.
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai tetesan embun
Baca
+Pustaka
Terobsesi Dosen Cantik

Terobsesi Dosen Cantik

Prof Tuyen Naa ikut naik mobil dari kampus menuju ke istana Raja. Sesampainya mereka di istana Raja, pengurus kerajaan mengantarkan mereka ke taman istana dimana terdapat sebuah kolam berair jernih yang sangat luas dan indah, di permukaan kolam tumbuh banyak pohon teratai yang sedang mekar bunganya berwarna warni. Sungguh suatu pemandangan yang mempesona. Ikan mas dan ikan koi berenang dengan cantik diantara akar teratai bagaikan lukisan hidup. Prof Tuyen Naa berdehem memecah lamunan Laura. "Ehmm... Miss Laura, what can we do now?"
10197.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.7K kali sebagai tetesan embun
Tampilkan Ulasan (64)
Baca
+Pustaka
agneslovely2014
Hai Dear Readers, aku update Gairah Liar Sugar Mommy 5 bab sehari sampai nanti tamat, buat yang suka cerita cinta beda usia novel itu cocok banget secara chemistry tokoh utamanya, nyesek trauma abandoned childhood female lead karena ayah tiri yang jahat, genre menantu dibully mokondo. Seru pokoknya!
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
MADU YANG BERACUN

MADU YANG BERACUN

Tetes air langit mulai terasa menyentuh kulit seiring tetesan air mata kembali turun ikut merayakan kesedihannya. Hujan semakin deras, tangis Embun pun pecah. Dia tidak bisa menahan air mata untuk tidak keluar karena beban hati terlalu berat. Perasaannya tidak mampu menampung lara. Embun membiarkankan hujan mengguyur tubuh tanpa berniat ingin berteduh.
105.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 154 kali sebagai tetesan embun
Baca
+Pustaka
Mengejar Cinta Mantan Kekasihku

Mengejar Cinta Mantan Kekasihku

tanya Rain yang sejak tadi mencari-cari Embun karena tidak berada di dekatnya. "Maaf, saya tadi meihat-lihat stand yang lain." Embun berkilah, mencoba bersikap biasa saja meski tangannya nampak gemetaran. "Kenapa? apa kamu baru saja melihat setan?" Embun menggeleng. Salah tingkah, dia pun meminta izin untuk pergi ke toilet. 💦💦💦
1019.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 469 kali sebagai tetesan embun
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status