Rahim untuk Anakku
Tadi siang sepertinya panas sekali, kenapa tiba-tiba di sini mendung, kata Al dalam hati.
“Air hujan itu turun, bukan jatuh. Yang jatuh itu aku, ke hatimu,” ucap Embun tulus. Bagaimanapun dia bukan gadis berhati es. Melihat kesungguhan Al dan cara pria itu memperlakukannya, tentu saja ia tersentuh.
Embun sadar, bahwa ia mulai terjatuh, tergelincir begitu saja ke dalam relung hati seorang pria bernama Alaska. Belum sepenuhnya terperangkap, tapi dia berharap bisa terpenjara selamanya.