Rahim untuk Anakku
Embun mengangguk dan segera melangkahkan kaki menuju pohon yang dimaksud.
“Makasih ya, Al. Aku seneng banget hari ini. Bisa melihat sesuatu yang lain. Bukan cuma kontrakan dan hotel,” kata Embun sambil tersenyum ke arah Alaska.
“Iya, sama-sama. Oh ya, nih gue bawa teh botol,” jawab Alaska sembari menyodorkan sebotol teh.
“Thanks.”
Baru dua tegukan, Alaska sudah memandang Embun dengan tatapan lain dari biasanya.