Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Rembulan yang Terluka

Rembulan yang Terluka

Namun kemudian menyuapkan nasi guna menyembunyikan senyuman yang hampir saja merekah. "Uhuk uhuk uhuk. "Mas Angga, kenapa?" Feesa panik bukan kepalang. "Minum ini!" Menyodorkan satu gelas air putih. Tanpa sadar tangannya terulur mengusap-usap punggung Angga. Keduanya sangat dekat hingga bau tubuh Feesa bisa tercium oleh indera penciuman Angga. "Pelan-pelan makannya, hati-hati jadi tersedak kan?"
105.6K viewsOngoingAdded to Library 179 Times as tetesan embun
Read
+Library
Dendam Membara Tuan Muda Yang Terbuang

Dendam Membara Tuan Muda Yang Terbuang

Bagian depan rumah juga sangat sejuk dengan pohon rambutan, lengkeng, jeruk dan mangga Di dekat teras juga terdapat buah anggur Brazil dan juga berbagai macam bunga yang cantik. Salah satu bunga yang menarik perhatian Ayna adalah bunga wijaya kusuma yang masih kuncup. “Silakan duduk, Nak,” kata Marni mempersilakan Ayna duduk di sofa sederhana di ruang tamu. “Terima kasih, Ma,” kata Ayna merasa nyaman dengan perhatian yang diberikan Marni padanya.
103.6K viewsOngoingAdded to Library 125 Times as tetesan embun
Read
+Library
Terbelenggu Dendam

Terbelenggu Dendam

Namun tiba-tiba, Hoeeek,,,,hoeeeek,,,, Memikirkan tentang orang orang gila di pagi hari ternyata membuat dirinya sangat pusing dan mual karena saking menjijikannya tingkah mereka. Eh tapi tunggu dulu, pusing, mual? "Ah, shiiit!" umpat Jasmin kemudian, dia baru menyadari sesuatu kalau sejak bulan kemarin dia belum mendapatkan datang bualannya. Dengan raut wajah yang panik Jasmin melihat kembalikalender duduk yang bertengger di mejanya, membolak balikkannya berulang ulang, samil terus saja menggerutu dengan kening berkerut,
104.7K viewsCompletedAdded to Library 108 Times as tetesan embun
Read
+Library
GETARAN JIWA

GETARAN JIWA

Sambungan telepon terputus, dirinya menghapus sedikit air matanya yang menetes. Revina, Renita dan Revin terpana dengan pesona Renata hari ini, menurut nya mereka ini terlalu beraksi lebay. Ya walaupun dia juga merasa cantik namun dia juga merasa mereka bertiga juga berbeda dari biasanya. Revin menggelengkan kepalanya, dia heran dengan tingkah Revin yang aneh kemudian bertanya ada apa.
102.3K viewsOngoingAdded to Library 57 Times as tetesan embun
Read
+Library
MENARI BERSAMA HUJAN

MENARI BERSAMA HUJAN

batin Wulan "Kamu Kejam Al," lanjutnya masih dalam hati Tak terasa air mata Wulan menetes cukup deras, saat ini ia merasa seperti orang yang di cambuk berulang kali dengan sakit tiada tara Sedangkan Bima saat ini sangat ketakutan karena berpikir tentang masa depan anak dan menantunya
103.7K viewsOngoingAdded to Library 119 Times as tetesan embun
Read
+Library
DENDAM HATI YANG TERLUKA

DENDAM HATI YANG TERLUKA

Air itu sudah lolos masuk ke tenggorokan Retno dalam hitungan waktu beberapa detik, Gerald pun melepaskan himpitanya dari tubuh mungil milik Retno, lalu berjalan menuju sofa yang berada di depan ranjang. Gerald menaruh bokongnya di atas sofa itu sambil melihat tubuh Retno yang berbaring di atas ranjang dengan tatapan tajam. Alena memeluk tubuh mungilnya. “kau tahu? Air itu sudah dicampur dengan bubuk perangsang, dalam hitungan menit bubuk itu akan segera bereaksi, dan bubuk perangsang itu sangatlah kuat membuatmu Tak dapat menahan keinginan untuk bercinta, dan efeknya tidak akan hilang meskipun kau memandikannya dengan air dingin” ucap Gerald yang seketika membuat Retno tersentak ketakutan.
107.3K viewsOngoingAdded to Library 240 Times as tetesan embun
Read
+Library
My Posessive Boyfriend [Indonesia]

My Posessive Boyfriend [Indonesia]

Pikirannya terlalu random dan kesana-kemari. "Ya aku tuh cuma penasaran aja." Tara berkilah. "Pas malem, suhu udara menurun dan udara jadi dingin. Udara yang dingin nggak bisa nahan uap air, terus uap air pun kembali jadi air. Air itulah yang biasa kita sebut sebagai embun," jelas Juna panjang. "Iiihhh! Bukan itu. Aku tau kamu pinter, tapi tolong kasih jawaban yang gimana kek, jangan pamer kalau IQ mu tinggi mulu." Tara sewot.
107.8K viewsOngoingAdded to Library 248 Times as tetesan embun
Read
+Library
Roh Dewa Perang

Roh Dewa Perang

Taburan bunga aneka warna menambah wangi air embun hingga paras para dewa atau dewi senantiasa terpancar penuh keindahan. Arsa masuk ke dalam kolam. Tidak ada yang bisa menggambarkan segarnya berendam di dalam sana. Bahkan sungai paling indah di bumi pun tidak bisa menandingi sensasi ketika tubuh menyentuh embun. “Wah, serasa aku sudah lama sekali tidak berada di sini.” Hara melepas semua pakaian dan hanya menyisakan bagian tipis saja itu juga sudah membentuk lekuk tubuhnya. Ia bersandar di sebuah batu. Air embun langit membuat beberapa bagian kulit Hara kencang dan lebih halus.
1028.6K viewsOngoingAdded to Library 686 Times as tetesan embun
Read
+Library
Embun/Desire - Mencintaimu Tanpa Syarat

Embun/Desire - Mencintaimu Tanpa Syarat

tegur Andrean dan netra mereka saling bertatapan. "Nggak ada apa-apa. Mas, tampak segar dan wangi!" jawab Embun sambil tersenyum dan berdiri. "Sini. Mas bagi wanginya sama kamu!" * * *
10468.8K viewsCompletedAdded to Library 12.7K Times as tetesan embun
Show Reviews (63)
Read
+Library
yenyen
bagus tapi karena chapternya banyak dan karakternya juga banyak, mending bacanya harus marathon, skip seminggu lupa lagi ini siapa ya aditya? siapa ya mirinda? hehehe.. but overall bagus dan memperkenalkan syariat islamnya mantap, dan menjelaskan bukan agamanya yang salah tapi individunya yng bermas
Langit
baga bngt sih ceritanya.terlepas dari aku gk suka sma darmawan sma salwa.apa iya gk ada hukum karma gue jadi mempertanyakan ini ada beneran apa enggak sih.karena darmawan sma salwa masih hidup enk.sdngkan andrean sendiri dg kesedihan dia.kok ada ank sebaik adrean kalo aku andrean dah benci bapak gue
Read All Reviews
DIA MENGIKUTIKU

DIA MENGIKUTIKU

"Jadi gimana dong?" "Ada cara gak buat ngilangin kabut? bukan ngilangin, tapi sedikit memperjelas jalan" "Gila kamu. Ya mana bisa, kecuali embun di kaca mobil" "Ye, makanya aku tanya siapa tau bisa" "Iya iya" "Jadi, sekarang gimana? apa kita harus nunggu lagi?" "Terpaksa" "Tunggu aja, lagian mataku perih. Embun ini dingin mungkin bisa buat sedikit nyaman mataku"
103.3K viewsOngoingAdded to Library 104 Times as tetesan embun
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
9
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status