Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kerasukan, Berujung Menikahi CEO

Kerasukan, Berujung Menikahi CEO

cetus Mama membuat keningku berkerut. “Terakhir kali gimana maksudnya, Ma?” Mama tersenyum sendu, kemudian menunduk lagi. “Mama akan pergi jauh setelah ini.” “Pergi jauh?” Aku masih mengajukan pertanyaan bernada tidak paham. “Mama berencana melakukan perjalanan. Mungkin ke Palestina, Suriah atau negara-negara yang membutuhkan bantuan sosial.”
1045.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai the last goodbye to mama
Baca
+Pustaka
Mari Berpisah, Aku Menyerah

Mari Berpisah, Aku Menyerah

“Waktu Mama, Nak... rasanya semakin berkurang dan tinggal menunggu waktu sampai ajal menjemput.” Lora menggenggam balik tangan Bu Anita, mencoba menyalurkan kehangatan meskipun dirinya sendiri mulai gemetar. “Sebelum Mama benar-benar pergi,” suara Bu Anita terdengar pelan namun sarat makna, “Mama cuma mau minta satu hal. Satu aja.” Matanya menatap dalam ke arah Lora seolah hendak menyalurkan seluruh perasaan yang selama ini ditahannya. “Anggap saja ini... permintaan terakhir Mama. Boleh, ya?”
10212.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.9K kali sebagai the last goodbye to mama
Baca
+Pustaka
Perempuan Dari Bui

Perempuan Dari Bui

Ucap Ghibran waktu itu. "Jangan lupa sholat." Pesan sang mama yang kemudian menjadi pesan terakhir yang selalu diingatnya. Suasana bandara yang ramai tak begitu berarti bagi Ghibran. Ia tetap tersenyum memeluk sang mama. Mengusap air mata dengan jemarinya. Terakhir, ia mencium kening sang mama. Lama. Seolah mereka tahu bahwa itu adalah akhir pertemuan mereka.
753 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai the last goodbye to mama
Baca
+Pustaka
Tanpa Ayah di Hari Terakhir

Tanpa Ayah di Hari Terakhir

“Kebetulan masih ada dua di saku. Kasih saja ke Damar. Sayang kalau terbuang.” Wajahku perlahan memucat. Aku menatap dua permen di telapak tanganku. Cahaya di mataku perlahan padam, menyisakan kelelahan dan kehampaan yang mendalam. “Ya.” Tinggal satu hari lagi. … Hari ketiga, aku pergi sendiri ke krematorium, mengantar anakku untuk perjalanan terakhirnya. Malam itu, setelah pendaftaran sekolah dasar selesai, Yuda tak ada di rumah. Aku dan Damar duduk di halaman, menikmati angin malam.
3.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai the last goodbye to mama
Baca
+Pustaka
Paman, Berhenti Mengejar Mama!

Paman, Berhenti Mengejar Mama!

“Mama masih punya urusan di sini. Kalau kamu mau pulang, Mama akan meminta Paman Harvey mengantarmu.” Carl menggeleng dengan cepat. “Aku tidak mau berpisah dengan Mama.” Dia masih penasaran tentang perasaan ibunya kepada Jordan, tapi urung bertanya setelah melihat wajah lelah Luna. Pada akhirnya, mereka tidur setelah Luna menceritakan sedikit tentang kehidupannya di Veridian City sebelum melarikan diri. Tentunya, hanya hal baik-baik saja yang dia katakan kepada putranya.
105.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 193 kali sebagai the last goodbye to mama
Baca
+Pustaka
Mama, I'm In Love With A Criminal

Mama, I'm In Love With A Criminal

Ah, aku gelisah. Suara di radio terus berdendang. Menyanyikan lagu yang sama semenjak Jack lepas landas dari motel ini. Like a castle, built upon a sandy beach.. gone too soon… Like a perfect flower, that is just beyond your reach… gone too soon… Born to amuse, to inspire to delight… here one day… gone one night… Like a sunset, dying with the rising of the moon… gone too soon…’’
103.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai the last goodbye to mama
Baca
+Pustaka
DENDAM

DENDAM

Alia, mengirimkan sebuah rekaman video, ke whatsappku. Aku membuka aplikasi berlogo hijau itu, dengan gemetar. Mama, tergantung dengan tangan di potong-potong oleh Alia. Bahkan, wanita itu berkata selamat tinggal kepadaku. Sebab merasa sudah puas, membuatku hidup sendirian. "Good bye Raka. Nikmati, dunia rasa neraka," teriaknya. Alia tertawa terbahak-bahak, ketika Mama sedang sekarat.
1024.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 693 kali sebagai the last goodbye to mama
Baca
+Pustaka
Jodoh di Tangan Kakek

Jodoh di Tangan Kakek

ucap Cindy. “Mama tahu nak, tapi rasanya seluruh dunia mama hancur saat ini,” sahut mama. Cindy tahu ini semua tidak akan mudah bagi mama, dia juga merasakan duka yang sama. Apalagi, dialah yang menemaninya di saat-saat terakhir sampai kepergiannya. Cindy lalu duduk di samping mama dan merangkul pundak mama, “maafkan Cindy ma, seharusnya aku bisa menyelamatkannya,” ujarnya.
3.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai the last goodbye to mama
Baca
+Pustaka
Hello to Papa

Hello to Papa

Rasa sakit yang sangat dalam yang Bella rasakan, Ia mengusap sisa air matanya lalu memasukkan foto itu ke dalam koper. Bella menutup kopernya, ia menatap kamarnya sebelum ia benar-benar meninggalkan kamar ini, terakhir yang menatanya adalah Mamanya sebelum meninggal. Posisi barangnya tidak pernah Bella ubah. Meski begitu, pasti nanti kamar ini akan menjadi gudang atau akan di tempati Sally, Bella sudah bisa menebaknya. Bella menghela napas dan langsung menarik kopernya secara kasar. Bella berjalan melewati ruang tamu, Ibu Davina dan Sally menoleh pada Bella.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai the last goodbye to mama
Baca
+Pustaka
Pesona Istri Yang Kuabaikan

Pesona Istri Yang Kuabaikan

balas Zitni dengan senyuman lebar. Alhamdulillah. Ternyata memang Zitni sudah jinak kembali, berkat Mama? "Duh, suami idaman," goda Mama sambil tersenyum. "Iya, dong," sahutku bangga. "Ya sudah, sana pulang. Keburu Magrib, pamali!" titah mama seraya menjauh dari pintu mobil. Lambaian tangan juga salam mengakhiri percakapan kami dengan Mama. Dari spion aku melihat Mama masih melepas kepergian kami, di tempat yang sama.
9.9947.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36.0K kali sebagai the last goodbye to mama
Tampilkan Ulasan (171)
Baca
+Pustaka
DA DM
Cerita ini berbeda dengan cerita romansa yg lain yg kdg menonjolkan adegan2 panas hanya untuk menarik pembaca,, cerita ini dikemas manis,menyentuh, dan sopan. membayangkan cerita ini diangkat mjd film, dan ost. nya lagu *penjaga hati*.....sukses ya author,,
Husmiati Abdullah
setiap babnya selalu bikin penasaran membaca bab selanjutnya, ini bisa jadi pelajaran bahwa kecantikan yang hakiki itu adalah sikap dan akhlak, banyak orang berpendapat bahwa cantik secara fisik itu segalanya tetapi cantik yang sebenarnya adalah kecantikan jiwa dan ruhnya
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status