Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Batal Di Madu

Batal Di Madu

“ Apa maksud Mama?” “Kamu sudah tidak peduli dengan Mama kan, jadi untuk apa Mama bersamamu lagi. Lebih baik Mama pergi untuk selamanya agar kamu tidak menuduh Mama kalau Mama lebih sayang dengan Raga. Mama sudah menyiapkannya. Selamat tinggal, Rama.” “A—apa maksud Mama! Jangan gila, Ma!” “Kamu gila tentu saja karena Mamanya juga gila. Dua puluh menit dari sekarang kamu akan mendengar kematian Mama.”
7.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 286 kali sebagai the last goodbye to mama
Baca
+Pustaka
Malam Terakhir Dengan Suamiku

Malam Terakhir Dengan Suamiku

tanya Rama bingung. "Itu loh, Ram. Mayang kan pernah traktir Mama dan Monik ke Mall. Jadi, sekarang gantian. Mama pengen traktir Monik di hari hari terakhir Mama di Surabaya," jelas Martha dengan sengaja. Bersamaan dengan itu Mayang membuka pintu, dan Monik memintanya duduk di sisinya. "Kalau begitu tadi aku ajak saja Alya. Biar kita bisa makan siang bersama," ujar Rama menyesal.
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai the last goodbye to mama
Baca
+Pustaka
Jodoh di Tangan Mama

Jodoh di Tangan Mama

*** Wow, ini bab terakhir dari Jodoh di Tangan Mama lhooo. Akhirnya setelah sekian lama, bisa tamat juga ni buku, WKWKWKWK. Please, dengerin lagu Paul Partohap yang Thank You 4 Lovin’ Me. Lagu itu liriknya kayak pas banget dari Asa buat Athalia. Romantis dan cocok buat akhir buku ini, hihihi. Sedih nggak sih pisah sama Asa dan Atha? Kok aku sedih ya? WKWKWK. :’)
4.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 164 kali sebagai the last goodbye to mama
Baca
+Pustaka
Toga Pengorbanan Mama

Toga Pengorbanan Mama

"Ngopoi mene delok- delok?? Ora terimo ??? Ucap ayah makin sengit dan kasar . Hingga tangannya kali ini akan terangkat lagi dan hendak melayang kembali . Tapi dengan sigap langsung di tepis . Mama melirik kepintu yang kain tirainya agak tersingkap . Dan berkata : " laras jaga bapak baik- baik nduk, mama sak pamit sek balik nang omah mbok uti " "Ojo ngerusui bapak mu kui , de'ene kasian banting tulang kanggo awak mu dan ade mu supaya hidup seneng sesok 'e !!!"
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai the last goodbye to mama
Baca
+Pustaka
Mama Muda

Mama Muda

"Mama? Ngapain ke mari?" ***
1023.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 552 kali sebagai the last goodbye to mama
Baca
+Pustaka
Kesayangan Mami

Kesayangan Mami

Hal yang biasa ia lakukan, "Tutup mulutmu! Nggak ada yang ngajak kamu bicara heh, ingat Anna dengan pesan terakhir yang adikmu katakan." Aku mendesah, melirik Citra yang kini tengah berkacak pinggang. Dengan mulut tiada henti berbicara, ya. Mereka kembali berdebat, semakin membuat kepalaku pusing tak karuan. "Halah, dasar Mami durhaka sama anak! Pengen tak hik aja," seloroh Citra lantas Mami berlalu setelah sebelumnya mengatakan akan kembali untuk menagih wasiat.
1053.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai the last goodbye to mama
Baca
+Pustaka
Malam Terakhir di Singgasana

Malam Terakhir di Singgasana

Bagaimana mungkin dia bisa menanggung semua ini? Dia mendambakan kebebasan dan tinggal bersama Mario selamanya, tetapi jika keinginan itu harus terwujud dengan mengorbankan nyawa ibunya, bagaimana dia bisa menerimanya? Roni berkata, "Aku tahu kau nggak bisa menerimanya, tapi kondisi ibumu memang sudah nggak baik lagi. Menurutnya, ini adalah hal terakhir yang bisa dia lakukan untukmu. Dia menganggap ini adalah kematian yang berharga, dan dia memintamu untuk jangan bersedih untuknya."
984.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.0K kali sebagai the last goodbye to mama
Baca
+Pustaka
Hello to Papa

Hello to Papa

Rasa sakit yang sangat dalam yang Bella rasakan, Ia mengusap sisa air matanya lalu memasukkan foto itu ke dalam koper. Bella menutup kopernya, ia menatap kamarnya sebelum ia benar-benar meninggalkan kamar ini, terakhir yang menatanya adalah Mamanya sebelum meninggal. Posisi barangnya tidak pernah Bella ubah. Meski begitu, pasti nanti kamar ini akan menjadi gudang atau akan di tempati Sally, Bella sudah bisa menebaknya. Bella menghela napas dan langsung menarik kopernya secara kasar. Bella berjalan melewati ruang tamu, Ibu Davina dan Sally menoleh pada Bella.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai the last goodbye to mama
Baca
+Pustaka
The Last Queen

The Last Queen

teriak Utari. Utari mengingatkan Damar kembali atas kejadian dimana mereka hendak kabur dari penjara. Saat itu Damar mengatakan pada Utari untuk menunggunya di luar gerbang perbatasan, sementara ia ingin menuntaskan misi terakhirnya. Utari tak dapat mempercayainya begitu saja, ia ingin memastikan sendiri bahwa Damar memang benar-benar menuntaskan misinya. Namun yang Utari lihat malam itu sangat berbeda dengan apa yang ia fikirkan, ternyata misi terakhir Damar bukanlah menghabisi ratu melainkan bercinta untuk terakhir kalinya dengan ratu. Malam itu Utari sangat hancur karena untuk kesekian kalinya ia merasa dikhianati oleh Damar.
5.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 145 kali sebagai the last goodbye to mama
Baca
+Pustaka
Hello Mommy

Hello Mommy

Sang mama bertanya di seberang sana. “Aku sudah sampai, Ma.” “Baiklah, Mama akan segera keluar.” Mendengar sang mama akan keluar, Kafi segera berpamitan dengan Gemma. Tak mau sampai sang mama melihatnya bersama Gemma. Sebenarnya untuk Gemma tidak masalah, tetapi ada Kiara. Yang ada nanti sang mama akan banyak bertanya. “Gemma, Pak guru pergi dulu. Sampai ketemu di sekolah.” Kafi segera berpamitan.
9.961.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai the last goodbye to mama
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status