Kau Menikah, Aku Mengikhlaskan
Neneknya tersenyum, “Dasar bodoh. Mana mungkin ada orang yang tidak ingin tahu asal-usulnya sendiri? Dulu waktu kecil kamu bahkan menangis tiap kali aku bilang belum bisa cerita. Nenek tak apa-apa, sekarang usia nenek sudah segini, semua sudah kupikirkan baik-baik. Lagi pula, benda ini akhirnya memang harus kuberikan padamu. Tak mungkin aku bawa masuk ke dalam peti nanti, kan?”
“Nenek…” suara Adeline tercekat.
Tangannya digenggam erat, lalu nenek membimbingnya membuka kotak itu.
Dengan napas tertahan, Adeline membuka kotak kecil itu. Di dalamnya terbungkus kain merah. Begitu kain itu dibuka, tampaklah sebuah kalung emas berbentuk daun semanggi berdaun empat, dengan liontin batu zamrud berben
Hot Chapters