Kalau ngomongin 'Demon Slayer', yang langsung terlintas adalah duel abadi antara manusia dan iblis. Tapi menurut gue, judulnya nggak cuma literal soal pemburu iblis aja. Ada lapisan filosofis yang dalem banget—tanjirou itu bukan sekadar membunuh, tapi juga menyelamatkan. Lihat aja caranya memperlakukan iblis yang masih punya sisa kemanusiaan.
Judul ini kayak cermin dari konflik internal manusia: antara nafsu membalas dendam dan belas kasihan. Nama asli anime 'Kimetsu no Yaiba' sendiri artinya lebih ke 'pedang penghancur iblis', yang menurut gue lebih ngejelasin alatnya daripada tujuannya. Makanya versi Inggris 'Demon Slayer' lebih greget buat pasar global, meski agak kehilangan nuansa aslinya.