Terjerat Obsesi Bos Baruku
Dan hal yang paling kusyukuri sekarang adalah untungnya aku cukup teliti untuk mengunci pintu sebelum tidur.
“Sekarang sudah jam delapan pagi, siapa tahu kau mati di dalam,” katanya dengan kasar mengingatkanku.
Jam delapan pagi? Selama itu aku ketiduran? Aku semakin panik dan agak merasa malu. Demi Tuhan, aku tidak bermaksud untuk tidur selama itu, karena rencana awalnya pun aku hanya mau tidur sebentar karena terlalu lelah. Aku mulai mengobrak-abrik pakaianku dan menemukan pakaian santaiku sebelum menjawab ujaran kasar Jarrel di luar pintu. “Ya, ya, sudah bangun ini. Jadi berhenti berteriak dan menggedor pintu dan tinggalkan aku sendiri. Nanti aku kebawah kalau sudah selesai.”
ตอนยอดนิยม