Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sketsa Hujan

Sketsa Hujan

Ia menggoreskan garis miring pertama, tajam dan tegas, menggambarkan rintik hujan yang mulai membasahi kaca luar bandara. Tangannya bergerak mengikuti ritme kerinduan yang mulai mengetuk. Di sudut kertas, di bawah sketsa hujan yang tampak begitu melankolis dalam balutan hitam dan putih, ia menuliskan sebait puisi dengan tulisan tangan yang sedikit bergetar. Sebuah doa sekaligus salam perpisahan yang ia simpan rapat dalam hati:
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai tirai hujan
Baca
+Pustaka
Chandra

Chandra

Rain jadi penasaran apa yang terjadi pada Chandra hingga memiliki trauma itu. "Suka hujan? Benci petir? " Rain menatap bingung ke arah Chandra. "Iya, aku suka hujan. Hujan itu bikin tenang Ra. Saat kita berdiri di bawah hujan dan menangis, gak akan ada orang yang tau. Suara hujan juga meredam suara tangisan kita," jelas Chandra. "Lalu, kenapa lo benci petir?" Rain terlihat menunggu jawaban Chandra.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai tirai hujan
Baca
+Pustaka
Melahirkan Anak untuk Sang Miliarder

Melahirkan Anak untuk Sang Miliarder

Rintik hujan ternyata mulai turun. "Ayo masuk." Xander dengan tergesa menarik tangan Tania. Satu tangannya menutupi kepala wanita itu. Dari hujan yang hanya rintik-rintik, lama-kelamaan menjadi deras. "Aku mau bermain hujan." Tania merentangkan satu tangan. Merasakan tetesan air di telapak tangannya. Sementara satu tangannya digenggam Xander.
1039.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 835 kali sebagai tirai hujan
Baca
+Pustaka
Aku Bukan Wanita Mandul!

Aku Bukan Wanita Mandul!

Wanita berusia 25 tahu itu menadahkan wajah dan tangannya di saat tetasan air dari langit itu mulai turun, membiarkan rintik hujan mengenai wajah dan tangannya. Hujan semakin lebat, Syaqila masih setia berdiri di taman belakang rumahnya itu. Hingga air hujan tersebut sukses membuatnya basah kuyup. Entah apa yang ada dipikiran wanita itu, yang pasti saat ini Syaqila ingin menangis sejadi-jadinya menumpahkan air matanya bersamaan dengan air hujan menjadi satu. “Ya Allah, Non!” Tariak Bi Nur, terengah-engah menghampiri sang majikan seraya membawa payung.
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai tirai hujan
Baca
+Pustaka
Antara Cinta dan Luka

Antara Cinta dan Luka

Tapi cukupkah buat beli hujan? Rian baca headline keras, suara tercekat hujan. N*****x tawar 1 miliar. Kembali ke Vita. Mereka mau beli hujan kita. Naya tegas, tangan gemetar di stroller. Baby Rain di stroller. Lara pegang tangan adik, jari mungil menggenggam erat. Empat suara. Ratna chorus serak, suara naik seperti petir. Live stream 290 juta views. Maya lihat, mata berbinar. Dunia lihat N*****x vs Baby Rain. Lara tegas, suara kecil tapi penuh api. Kita menang. Naya senyum lemah, air mata jatuh ke selimut Baby Rain.
924 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai tirai hujan
Baca
+Pustaka
Malam Tanpa Noda

Malam Tanpa Noda

Mengeser tubuh Drian. "Percuma kamu pergi. Lihat cuaca di luar! Hujan sangat deras." Cuaca hari sangat buruk. Hujan deras, angin berhembus kencang dan petir bersahut-sahutan. Prily mendengar suara petir yang sangat kencang. Tubuhnya menegang seketika. "Apa kamu mau tersambar petir?" Drian mencoba menakuti Prily. Gadis itu takut dengan hujan dan petir.
9.5305.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.7K kali sebagai tirai hujan
Tampilkan Ulasan (62)
Baca
+Pustaka
Cristi Rottie
Mampir ke karyaku "Sang Panglima Perang". Temui suasana berbeda dalam novel bergenre perang yang tentu saja dibalut dengan taktik perang dan kisah unik seorang pemuda dalam mencari keadilan terhadap keluarga serta perjuangan pembalasan dendam.
malapalas
BACA novel berjudul :CEWEK AGRESIF VS COWOK POLOS. kalian akan menemukan dari percintaan remaja sampai dewasa yang bakal bikin kita gemas sendiri, seru, ketawa ngakak bahkan geregetan dan terharu setelah beberapa tokoh bermunculan semua. Jangan lupa vote dan komen ya. Mksh.
Baca Semua Ulasan
Ketika Hujan Tak Lagi Reda

Ketika Hujan Tak Lagi Reda

Basah kuyup. Hati Juan seolah digenggam oleh tangan hangat. Sesak, nyeri, dan penuh haru hingga air matanya hampir jatuh. Dia segera menghentikan mobil. Bahkan tanpa sempat mengambil payung, dia mendorong pintu mobil dan berlari menerjang hujan dingin. Air hujan langsung membasahi seluruh tubuhnya, tetapi dia tidak peduli. Di matanya hanya ada sosok itu.
2.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai tirai hujan
Baca
+Pustaka
Rain

Rain

ucap Tania dengan santai “Jadi satu-satunya kita bisa melihat aurora itu di luar negeri” ucap Rain yang menyayangkan aurora hanya bisa terjadi di beberapa negara tertentu saja Dan tiba-tiba saja hujan turun di malam itu dan Rain dan Tania pun kaget karena tiba-tiba saja terjadi hujan, padahal langit tadi masih cerah dan bulan dan bintang pun masih terlihat, lalu selagi mereka mengobrol tiba-tiba saja mendung dan hujan turun dengan deras, Rain dan Tania pun langsung masuk ke dalam rumah dengan berlari.
9.130.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai tirai hujan
Baca
+Pustaka
Rahim Pengganti

Rahim Pengganti

sahut Irene “Hujannya akan lama sepertinya,” “Mas masuk, jangan berdiri di tengah hujan. Nanti aku di marahi sama baby twins karena Dady nya di bawah air hujan.”Rangga mengangguk kemudian duduk bersebelahan dengan sang istri di sebelahnya itu. “Alat pendeteksi cuaca benar-benar enggak berguna bagaimana bisa pemerintah membuat ramalan cuaca yang seperti ini,”omel Rangga
107.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 243 kali sebagai tirai hujan
Baca
+Pustaka
Jimat Tali Mayat

Jimat Tali Mayat

tanyanya penasaran. "Hik-hik." 'Sialan! Malah nyengir dia!' Menjelang petang, tiba-tiba Kampung Sirnagalih diguyur hujan lebat disertai embusan angin kencang. Petir mengentak bersahutan seakan hendak memecah angkasa kelam. Terus begitu terjadi hingga waktu perlahan merangkak ke seperempat malam. Amukan alam tersebut seketika menciutkan nyali warga untuk berkeliaran di ambang penutupan hari. Ditambah semilir dingin kian membuat pori-pori serasa tertusuk-tusuk serangan ribuan jarum. Mereka mendadak memilih tempat peraduan sebagai satu-satunya cara untuk meredakan siksaan penuh buaian melenakan tersebut. Bersembunyi di bawah dekapan selimut hangat dan tebal atau mengisinya dengan peregangan sya
8.512.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 436 kali sebagai tirai hujan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status