Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dikhianati Suami Payah, Dicintai Pria Berkuasa

Dikhianati Suami Payah, Dicintai Pria Berkuasa

Dokter membuka berkas di hadapannya, lalu menatap keduanya dengan tenang. Nada suaranya stabil, terukur, tanpa emosi berlebihan, namun jelas membawa beban yang berat. “Pak Andreas, Pak Hansen… saya akan jelaskan kondisi Ibu Nadira secara medis.” Mereka diam. Mendengarkan. Tak ada yang berani menyela. “Selama tiga tahun, fungsi otak beliau berada pada kondisi minimal respons. Artinya, aktivitas otak yang berkaitan dengan kesadaran sangat rendah.”
1.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai titik nadir artinya
Baca
+Pustaka
JODOHKU GURU GALAK

JODOHKU GURU GALAK

sambar Adhinata. Nadira terdiam sesaat. Matanya mengerjap cepat, lalu berkata, "Iya. Memang basah. Kan aku kecemplung. Terus salahnya di mana?" "Kata yang kamu tulis itu ambigu, Rara." Adhinata memberi tekanan pada setiap kata. "Ambigu bagaimana?" "Masa kamu tidak tahu kalau itu ...." Adhinata mengambil jeda, lalu melanjutkan, "Ah, sudahlah."
105.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 196 kali sebagai titik nadir artinya
Baca
+Pustaka
Jodoh Jebakan Dari Opa

Jodoh Jebakan Dari Opa

“Mas Raka tuh... nyebelin, ceroboh, suka ngelawak di waktu yang salah. Tapi kalau aku sedih, satu kalimat darinya aja bisa bikin aku tenang.” “Hmm.” Nadira mengaduk minumannya pelan. “Kamu tahu nggak, kadang yang sempurna itu justru bikin kita capek, dan yang bikin kita ketawa setiap hari... itu yang sebenarnya menambal hidup.” Anaya menatap sahabatnya lama. Kata-kata itu seperti menampar lembut, tapi pas. Sore harinya, Dewa datang ke rumah, membawa beberapa catatan revisi skripsi.
101.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai titik nadir artinya
Baca
+Pustaka
Jodohku Pak Dosen

Jodohku Pak Dosen

Bab 24A “Di saat kamu merasa dalam titik terendah di hidupmu hanya kepada Tuhanmu tempat berserah diri, yakinlah pada dirimu sendiri untuk semangat dan bangkit memperbaiki diri.” Menghempaskan badan ke ranjang, pikiran Nay masih terngiang ucapan Aryo di mobil. “Kamu masih mengharapkan laki-laki lain, Nay?” “Kamu masih berharap bersama Andra?"
1019.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 454 kali sebagai titik nadir artinya
Baca
+Pustaka
Hasrat Terpendam Sang Kameramen

Hasrat Terpendam Sang Kameramen

Dia hanya terduduk di kursinya, terjepit di antara dua kehancuran yang dia ciptakan, tidak mampu bergerak ke arah mana pun, terperangkap selamanya dalam momen menjijikkan yang dia sendiri yang merancangnya. Suara isakan Lintang yang tersedu-sedu di lantai seakan menarik Nadia kembali dari kebingungannya sendiri. Perlahan, dia memutar tubuhnya di sofa. Air matanya telah kering, meninggalkan jejak garis pucat di pipi, dan tatapannya kini berbeda: tidak lagi kosong atau pasrah, tetapi menyala dengan sebuah kepahitan yang aktif dan tajam.
104.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai titik nadir artinya
Baca
+Pustaka
Jatuh Terlalu Jauh

Jatuh Terlalu Jauh

"Apapun yang kita miliki telah berkahir. Semua itu sudah mati saat aku berjalan di lantai bawah dan menyadari kalau dunia yang ku ketahui itu hanyalah sebuah kebohongan." Rudy menurunkan tangannya dari kusen pintu dan bahunya terkulai sambil menunduk. Dia tidak mengatakan apa-apa. Dia hanya melangkah mundur agar aku bisa keluar. Hati kecil yang tersisa telah hancur. Terlihat dari wajahnya yang kalah. Tidak ada jalan lain. Kami telah selesai.
7.37.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 275 kali sebagai titik nadir artinya
Baca
+Pustaka
PELITA DI TENGAH GELAP

PELITA DI TENGAH GELAP

Akhirnya ia berkata pelan, “Din, aku udah hapus semua pesan dari Rafi. Aku nggak akan hubungin dia lagi.” Dina tak langsung menjawab. Ia hanya menatap api di kompor, lalu berkata lembut, “Kadang yang paling berat bukan menolak godaan, tapi mengakui kalau kita hampir jatuh.” Dion menunduk. “Aku tahu. Dan aku nyesel.” Dina menoleh, menatapnya lama. “Kita nggak butuh kaya, Yon. Kita cuma butuh tenang.”
819 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai titik nadir artinya
Baca
+Pustaka
Bencana Termanis

Bencana Termanis

Lelaki paruh baya itu memakai kembali kacamatanya. “Sebenarnya saya sudah mempunyai rencana judul. Tapi mungkin Bapak mempunyai beberapa referensi yang bisa menjadi pertimbangan,” ujar Ivana sopan. Dosen pembimbing Ivana tampak manggut-manggut. “Katakan terlebih dahulu judul yang sudah kamu rencanakan. Jika judul itu sudah sesuai maka, pakai saja. Bukankah dalam sebuah sastra sangat penting menghargai karya sendiri? Sedangkan orang lain seperti saya hanya memberi pengarahan atau kritik dan saran.”
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai titik nadir artinya
Baca
+Pustaka
Di Bawah Langit Senja

Di Bawah Langit Senja

Pernah kita lalui semua, jerit tangis, canda tawa Kini hanya untaian kata, hanya itulah yang aku punya Tidurlah, selamat malam, lupakan sajalah aku Mimpilah dalam tidurmu bersama bintang -Drive, “Bersama bintang” Matahari hampir tenggelam ketika Carine dan Ulfa keluar dari taman Maerakaca,
106.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 188 kali sebagai titik nadir artinya
Baca
+Pustaka
VENDETTA

VENDETTA

Penyesalan, kutukan pada diri sendiri, dan rasa kehilangan yang teramat dalam menggulung kesadarannya hingga ke titik nadir. Napasnya tersengal, dadanya terasa seperti dihantam batu besar yang membuatnya tidak bisa bernapas lagi. Tak mampu lagi membendung segala siksaan batin ini, Nayaka akhirnya meremas album foto itu di dekapannya, mendongak ke langit-langit kamar kost, lalu meluapkan jeritan putus asa yang teramat pilu membelah kesunyian malam. "NADIAAAAAA!!!”
486 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14 kali sebagai titik nadir artinya
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status