Ibu Susu Untuk BOSKU
gumamku pelan, setengah menggoda, setengah menikmati permainan kecil ini.
Mr. Wei tersenyum lebih lebar, lalu dengan suara yang lebih rendah dan penuh makna, dia menambahkan, “Bisa aja… asal kamu harus hamil dan memberiku ASI.”
Aku tersentak sejenak, sedikit terkejut dengan jawabannya yang tiba-tiba. “Hmmm?” gumamku, separuh bingung tapi juga tersenyum. Kata-katanya terasa seperti campuran antara tantangan dan candaan, tapi aku tahu, di balik setiap leluconnya, ada sesuatu yang lebih dalam. Ada sesuatu tentang masa depan yang tiba-tiba dia isyaratkan dengan begitu santai.