Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sang Penguasa

Sang Penguasa

“Api! Api di gudang!” Beberapa prajurit mulai berlarian ke arah gudang yang terbakar, kebingungan dan panik. Namun, tak lama kemudian, terdengar ledakan besar ketika api mencapai tong-tong minyak yang lebih besar. Bola api raksasa meledak ke langit, menerangi malam gelap dengan cahaya merah yang mematikan. Bangunan itu mulai runtuh, bagian-bagiannya terlepas dan jatuh ke tanah dengan suara menggelegar. Asap hitam mengepul, menyebar ke udara dan mengisi paru-paru dengan bau terbakar yang tajam.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai tong capitan
Baca
+Pustaka
Tunangan Kontrak Sang CEO

Tunangan Kontrak Sang CEO

“Karena itu kita harus pakai bahasa yang orang awam pahami. Perusahaan cangkang = rekening transit. Biar publik mengerti kenapa jalur uang penting.” Menjelang tengah malam, grup war room menerima tangkapan layar tambahan dari Inez: catatan transaksi Sagara Capital Link yang diperoleh lewat kerja sama bank—ada inflow besar tiga kali dalam dua bulan terakhir. Keterangan narasi di sistem bank menyebut Aurelia Partners sebagai pengirim. Legal menyusun pijakan untuk permintaan data lanjutan.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai tong capitan
Baca
+Pustaka
Lucian D'Ambrosio

Lucian D'Ambrosio

Dia teguh berdiri, menyatakan permintaannya. Lelaki berjanggut hingga ke paras dada itu tertawa kecil. "Pusing? Kenapa pula? Dan kenapa pula aku perlu ikut cakap kau? Aku kapten kapal ni." Dengan sombongnya, lelaki berjanggut tersebut memusingkan badan dan melihat ke seluruh kapal. Orang ramai, terutamanya anak-anak kapal tersebut bersorak menyatakan sokongan atas pernyataan kapten mereka.
10610 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12 kali sebagai tong capitan
Baca
+Pustaka
Sistem Tanpa Batas

Sistem Tanpa Batas

Ini adalah Lautan Darah Penjerat Jiwa, sebuah parit pertahanan hidup yang ditenagai oleh kebencian murni. Di tengah-tengah kabut berdarah tersebut, mengambang sebuah platform raksasa yang terbuat dari tumpukan tulang belulang raksasa purba. Di atas platform itu stands seorang pria raksasa dengan tinggi lebih dari tiga meter, mengenakan baju zirah besi hitam yang dipenuhi duri-duri tajam yang berkarat oleh darah dewa. Wajahnya dipenuhi bekas luka bakar hukum, dan sepasang matanya yang melotot memancarkan cahaya merah menyala yang haus darah. Di tangan kanannya, ia memegang sebilah kapak raksasa berkepala ganda sepanjang sepuluh meter yang terus mengeluarkan uap hitam korosif—Kapak Pemotong Ji
104.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 150 kali sebagai tong capitan
Baca
+Pustaka
Tawanan Hati Sang Penguasa

Tawanan Hati Sang Penguasa

Namun, hanya beberapa saat setelah layar menyala, berita yang muncul membuat tubuhnya membeku. Sosok seorang pria tinggi, berjas rapi, dengan wajah tegas namun dingin memenuhi layar televisi. Narasi di bawahnya semakin memperjelas siapa dia: "Alarcón kembali menempati posisi bisnis tersukses nomor satu di dunia. Pemilik perusahaan Alarcón, Victor Alarcón, juga dikenal sebagai investor menjanjikan yang menjadi incaran banyak startup besar." Isabella terpaku. Tangannya yang memegang handuk perlahan melemah, membiarkannya jatuh ke lantai. Ia nyaris tidak percaya dengan apa yang baru saja ia lihat.
585 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12 kali sebagai tong capitan
Baca
+Pustaka
CALON TUNANGAN (PALSU)

CALON TUNANGAN (PALSU)

Bukan apa-apa, Om Riko sih nggak masalah, adik sepupu mamanya itu baik dan tidak ada masalah dengannya. Justru yang jadi letak permasalahan adalah, Tante Tania -istri Om Riko- tantenya itu punya mulut yang nggak difilter. Semua kalimatnya penuh dengan sindiran halus. Terlepas dari cara bicaranya yang pedas, sebetulnya dia baik.
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai tong capitan
Baca
+Pustaka
Sistem Prajurit Terkuat

Sistem Prajurit Terkuat

Kapten mereka menghindari serangan kampak Xiao Lang dan menendang rahangnya, namun Xiao Lang sama sekali tidak bergeming dan menurutnya tendangannya tidak berasa sama sekali. "Monster kau itu Monster macam apa ?" Kapten itu menebaskan Pedangnya. Xiao Lang menangkapnya dengan tangan kosong dan menghancurkannya. Xiao Lang melilit leher Kapten Bajak Laut dengan rantainya dan menghancurkan kepalanya dengan lilitan rantai besi.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai tong capitan
Baca
+Pustaka
Ksatria Pengembara Season 1

Ksatria Pengembara Season 1

Walau begitu, beberapa orang masih berada ditempatnya seakan tak perduli dengan kedatangan mereka. Gerombolan itu terlihat langsung mengepung tempat makan itu, tak lama kemudian sekelompok orang berkuda memasuki tempat makan itu dengan paksa. Salah satu diantaranya ternyata adalah Tung Huang. Dua orang yang datang bersama Tung Huang terlihat juga bukanlah orang sembarangan, yang berada paling kiri adalah sosok seorang laki-laki bertubuh besar, tapi wajahnya terlihat begitu angker dengan sebuah tanda codet yang membekas diwajahnya, matanya yang kiripun terlihat tertutup oleh sebuah kain hitam, tapi yang paling mengerikan di sosok ini adalah senjatanya yang berupa kapak berukuran raksasa, 10x
9.9398.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9.6K kali sebagai tong capitan
Tampilkan Ulasan (69)
Baca
+Pustaka
KSATRIA PENGEMBARA
Novel Terbaru saya LEGENDA RAJA PENDEKAR Kisah perjalanan seorang pendekar muda bernama Jiu Long, hingga mencapai tingkat derajat tertinggi di dunia kependekaran saat itu. Menjadi orang nomor 1 di dunia persilatan dan mendapat julukan sebagai RAJA PENDEKAR. Jangan lupa mampir ya. Terima kasih...
Jagat Bumilangit
saya adalah fans berat KP dari awal. itulah resikonya kalau mengembara ke negeri2 luar apalagi di zaman persilatan wanitanya cantik2 menggoda syahwat sayapun mgkn akan seperti Bintang kalau saya sendiri yg jadi pendekarnya... Smoga nanti Bintang mengalami mati suri biar diperlihatkan siksa neraka...
Baca Semua Ulasan
Kapokmu Kapan, Mas?

Kapokmu Kapan, Mas?

Gancet : Kapokmu Kapan Mas? Aku yang membuat suamiku dan selingkuhannya---sepupuku---gancet di sebelah kamarku. Lalu, aku bertanya-pura tak mendengar teriakan mereka yang bersahutan meminta tolong. Selamat merasakan hadiah perselingkuhan! "Tolooong!" teriak Miska. "Dek... tolong, Dek!" Kali ini suara teriakan Bang Robi yang terdengar.
1079.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai tong capitan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status