Tetanggaku Kesakitan Tiap Malam
"Mungkin belum ketahuan, Bu. Karena masih tipis sekali kantong rahimnya. Nanti beli vitamin yang sudah ada di resep, ya, Bu. Semoga bayi dan Ibunya sehat."
"Makasih, Dok."
Meskipun agak bingung, aku tetap beranjak. Kami tidak bisa terus-terusan di sini.
Aku mulai menjalankan mobil. Kami meninggalkan area rumah sakit setelah mengambil obat di apotek sebelah rumah sakit.
Selama di perjalanan, Nara mengobok-obok dashboard Mas Fahri. Entah apa yang dicarinya.
"Eh, lihat deh, Nay."