Luka Tak Terlihat
Ia tahu bahwa setiap langkah yang ia ambil sekarang harus membawanya lebih dekat pada impiannya untuk menjadi penulis.
Malam itu, setelah menyelesaikan tugas sekolah, Aris membuka laptopnya lagi. Ia melanjutkan menulis cerita pendeknya, kali ini dengan semangat yang lebih besar. Ia tidak hanya menulis untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk membuktikan bahwa ia mampu melampaui semua rintangan yang dihadapinya.
Ketika cerita itu selesai, ia mengirimkan naskahnya ke lomba menulis online yang pernah ia temukan sebelumnya. Dalam hati, ia berjanji, "Aku akan membuat mereka yang meremehkanku menyesal."
Hot Chapters