Kutukan Mantan Terindah
Di sana, seperti yang dijanjikan, sebuah gerobak bubur ayam mangkal di sisi kanan jalan.
“Pak, dua bubur ayam, satu pakai cakwe ya,” ujar Zain dengan semangat, lalu menoleh pada Zura. “Kamu yang satu pakai telur, kan?”
Zura mengangguk, masih terpesona dengan kesederhanaan bahagia yang Zain tawarkan pagi ini.
Penjual bubur tersenyum, mengenali wajah Zain. “Wah, sekarang beli berdua ya, Mas?”
Chapitres populaires