Bunga itu Mekar Setelah Aku Tiada
Dia berkata, “Hari itu, setelah membaca harianmu, aku baru menyadari nggak ada apa-apa di dalam pot bunga itu. Ternyata kamu sudah putus asa terhadapku sejak lama. Aku hanya bisa menyalahkan diri sendiri karena begitu bodoh dan nggak menyadari apa pun. Tapi sekarang aku sudah menanam kembali benih mawar merah di dalamnya. Ketika bunga itu mekar, aku akan datang menemuimu.”
Dia juga menambahkan, “Aku akan selalu menemanimu, dan melindungi mawar merah kita.”
Aku terisak dan tidak bisa berkata-kata. Aku benar-benar tidak menyangka Reza akan mengucapkan hal-hal seperti itu. Aku juga tidak mengerti apa yang dia maksud dengan menemaniku.
Saat ini, aku hanya ingin memeluknya.
Seolah bisa mendengar
Bab Populer