Desah Di Kamar Sebelah
Hati kecilku sungguh berontak.
“Ina, masuklah. Maaf ya, kamarnya sedikit berantakan,” ucap Nami sembari melangkahkan kakinya masuk ke dalam.
Aku pun mengangguk. Kuseret langkah kaki dengan gontai. Kulirik lemari pakaian yang berada di sisi kiri kamar. Lemari pun telah berubah. Terbuat dari kayu ukir yang mewah dengan tinggi melebihi angka dua meter. Pintunya pun ada empat buah. Pasti di dalam sana banyak sekali pakaian mahal pemberian Mas Anwar untuk Nami. Kesal sekali hatiku. Sumpah demi Tuhan, aku tidak mudah untuk menerima kenyataan pahit ini.