ANNORA
tanyanya seraya meletakkan tangannya dibawah kepala sebagai bantalan, serta matanya menatap Langit-langit kamar Devan dengan sorot sedih.
"Gue kayak anak yatim, anjir, dari kecil. Nggak pernah gue berangkat sekolah bareng sama orang tua gue, acara sekolah gue dihadiri sama mereka juga nggak pernah sama sekali, emang permintaan gue berat banget, ya?" Gumam Gema, yang masih bisa didengar oleh kedua sahabatnya, mereka terdiam, karena mereka pikir Gema adalah orang yang serba sempurna, Gema berkecukupan dalam segi harta, pintar juga dalam segi otak, dalam bidang komputer dia juga sangat handal hingga membuatnya menjadi ketua ekstrakurikuler jurnalistik, bakatnya juga jangan diragukan lagi, ditam
Sikat na Kabanata