Sang Pengacara
“Mas—“
“Maaf, aku putus,” kata Aga dengan sopan. “Dia cemburu sama Hilmi, Fik. Dan, dia belum bisa memilah perasaannya. Jadi, yang harus kamu lakukan sekarang adalah bicara dulu sama Abi, dan cari jalan keluarnya berdua. Bukan curhat ke orang lain seperti sekarang. Mengerti, Fika?”
Fika mengangguk setengah hati. Masih tidak bisa ikhlas dengan sikap Abi tadi malam.
Hot Chapters