Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pernikahan Rahasia Dosen Impoten

Pernikahan Rahasia Dosen Impoten

Diikuti Tari yang mengekor tepat di belakangnya penuh kehati-hatian. "Baik, kita lanjutkan. Sampai mana saya tadi?" "Ontologi, Pak." Seorang mahasiswa menjawab pertanyaan Devan. "Baik, saya ulangi lagi saja ya karena ada dua teman kalian juga yang baru masuk. Tiga hal penting dalam tataran teoritis, bagaimana suatu bidang disipilin ilmu dibedakan dari disiplin-disiplin ilmu lainnya. Seperti yang bisa kalian lihat di sini, Ontologi itu adalah sebuah aspek substansi apa yang akan dikaji. Dilanjutkan dengan epistemologi, batasan-batasan yang membedakan kajian ilmu tersebut dengan disipilin ilmu lain, termasuk bagaimana cara mengkajinya. Lalu yang ketiga, ada aksiologi. Ini untuk kepentingan apa
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 153 kali sebagai ulasan filosofi teras
Baca
+Pustaka
Menjadi Pelakor Suami Sendiri

Menjadi Pelakor Suami Sendiri

“Filosofinya terlalu menyedihkan bagiku.” “Tapi, bukankah bisa dia memberimu anyelir kuning karena maksud lain?“ tanya Ares. “Maksudku, karena bunganya cantik dan dia membeli untuk diberikan padamu. Tanpa mengetahui filosofinya.” Rere mengangguk setuju dengan pendapat Ares. “Awalnya aku berpikir seperti itu. Tapi, lambat laun tetap saja secara sadar pikiranku menolaknya karena memang sudah tau apa filosofinya.”
1011.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 427 kali sebagai ulasan filosofi teras
Baca
+Pustaka
TERALIS WAKTU

TERALIS WAKTU

Puisi ku untuk mu malam Aku bahagia Mendapati cinta Penuh dengan keridhoan Malam ku mempertanyakan Inikah cinta di malam yang Memabukkan Inikah cinta Di malam yang melenakan Kenikmatan tiada Tara Mengalahkan logika Hingga siapapun ingin merasa Diawal Sebelum pernikahan Walau sesal dirasa kemudian Tapi sungguh banyak yang terlena Hingga terus mengulang Kesalahan Hingga bui tertanam Dan sesal tak terlupakan Ingatlah Cinta haruslah manis tak hanya diawal Maka jangan serahkan Cintamu Pada mereka Yang minta diawal
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai ulasan filosofi teras
Baca
+Pustaka
Balas Dendam sang Kultivator

Balas Dendam sang Kultivator

"Sebuah aturan yang lahir dari kehancuran dan pertumpahan darah?" "Terkadang," ujar Rayden, menuangkan teh ke dalam cangkir kecilnya sendiri, uap hangatnya menari-nari di udara yang dingin, "Hutan harus dibakar habis agar pohon-pohon baru yang lebih sehat bisa tumbuh." Kara menatapnya lekat, mencoba membaca sesuatu di balik wajah tenang itu. "Filosofi yang berbahaya, Tuan. Itu bisa dengan mudah menjadi alasan bagi seorang tiran."
1013.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 388 kali sebagai ulasan filosofi teras
Baca
+Pustaka
Bukan Pilihan Suami, Tapi Jadi Idaman Presdir

Bukan Pilihan Suami, Tapi Jadi Idaman Presdir

Beberapa mahasiswa menunggu jawaban yang mungkin akan mereka kutip untuk bahan gosip sore nanti. Elara mengangguk pelan. Ia meletakkan pena, lalu menjawab dengan tenang. “Filsafat adalah akar konseptual psikologi. Keduanya bertanya tentang hakikat manusia, tetapi filsafat menggunakan pendekatan reflektif, sedangkan psikologi menggunakan pendekatan ilmiah. Psikologi berkembang saat pertanyaan filosofis mulai dijawab lewat metode empiris.”
1049.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai ulasan filosofi teras
Baca
+Pustaka
Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

kata Tari sambil menyingsingkan lengan bajunya. “Kau saja yang pilihkan... pilihanmu adalah pilihanku karena aku telah memilihmu,” canda Bumi, mendekatinya. “Filosofis banget,” jawab Tari, tertawa kecil. “Apakah itu terdengar filosofis?” Bumi senang. “Maksudku, jawabanmu tak jelas. Filsafat itu kan… ya gitu,” Tari mengangkat bahu. “Nggak pernah jelas.”
1011.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 413 kali sebagai ulasan filosofi teras
Baca
+Pustaka
Bara Dendam Sang Prabu Boko

Bara Dendam Sang Prabu Boko

Wulung, turut menambahkan pandangannya, “Benar sekali, Kangmas Seta. Jika kita amati, teratai di sini terasa seperti patung, statis dan monumental. Tidak seolah bunga hidup yang akan layu dan kembali mekar, melainkan keindahan yang telah abadi dan mantap.” Panukuh tersenyum tipis, mulai memahami esensi filosofis di baliknya. Matanya berbinar dengan pengetahuan baru. “Aku mengerti. Di Jawadwipa, teratai adalah perjalanan—simbol penciptaan yang dinamis, bergerak, dan bertransformasi. Di Pāla, teratai adalah tujuan—sebuah hasil akhir yang damai dan mencapai kesempurnaan, tanpa perlu lagi bergejolak. Ini mengajarkanku bahwa elemen Tanah tidak harus selalu bergerak untuk menjadi kuat. Kadang, jus
102.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai ulasan filosofi teras
Baca
+Pustaka
Kelir Getih (Layar Berdarah)

Kelir Getih (Layar Berdarah)

“Duryudana. Sengkuni. Setiap detail di TKP, mulai dari posisi jenazah hingga properti pendukung, adalah replika adegan kematian mereka dalam wiracarita Mahabarata, tepatnya Bharatayuddha.” Kirana mengambil pena dan mulai mengetuk-ngetuk mejanya. “Baiklah. Mari kita mulai dengan dasar. Jelaskan kepada saya ‘filosofi’ di balik kedua karakter ini. Dan yang paling penting, bagaimana filosofi tersebut bisa memotivasi seseorang untuk membunuh para konglomerat.”
932 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai ulasan filosofi teras
Baca
+Pustaka
Di Ambang Gila

Di Ambang Gila

terpacu. Ares: mungkin. aku tidak memikirkannya. itu hanya terasa benar. Unknown Number:"Terasa benar" seringkali adalah otak yang mengenali pola bawah sadar yang tidak dapat diartikulasikan oleh pikiran sadar. Itu data juga. Ares: jadi sekarang perasaanku adalah data? Unknown Number:Semuanya adalah data, Ares. Tantangannya adalah menginterpretasikannya dengan benar. Aku salah mengartikannya sebelumnya.
1.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai ulasan filosofi teras
Baca
+Pustaka
TERPAKSA MENIKAH KARENA SKENARIO GILA SAHABATKU

TERPAKSA MENIKAH KARENA SKENARIO GILA SAHABATKU

Alana menyuap kembali irisan daging ke dalam mulutnya lalu mendapati Arkasa masih memangku tangan menatapnya dengan senyuman kecil, "kenapa?" Arkasa menurunkan tangannya, "kamu pernah dengar filosofi soto, tidak?" Mengerutkan dahinya bingung dan menggeleng, sekarang soto pun ada filosofinya. Alana pernah dengar filosofi kopi, lalu sekarang ada filosofi soto juga?
937.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 746 kali sebagai ulasan filosofi teras
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status