Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
SUAMI MISKINKU DI RUANG NASABAH PRIORITAS

SUAMI MISKINKU DI RUANG NASABAH PRIORITAS

kata Ibu mertua lagi. Keningku mengerut, "hah ada yang bantuin, Bu? Siapa?" "Ada pokoknya nanti datang. Dia yang akan jadi ART kita di sini." "ART?" "Iya ART, kenapa? Kamu kayak gak percaya gitu." Aku nyengir, "hehe bukan gitu Bu, tapi apa gak salah kita pakai ART?" "Nggak. Emangnya kenapa?" Aku menggigit bibir, "bukannya ART itu mahal ya, Bu? Sayang 'kan uangnya."
921.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 624 kali sebagai unread artinya
Baca
+Pustaka
Perjanjian Terlarang

Perjanjian Terlarang

“Hanya batang bunga saja. Tidak ada artinya.” Cukup singkat, tetapi membuat rasa penasaran Barbara seperti ingin membludak dalam sekejap. Dia mulai mengulur tangan. Menyapukan ujung telunjuk dan jari tengah sekadar merasakan tekstur kulit Abihirt, meski kecenderungan lebih terasa dari betapa keras lengan bagian atas pria itu. “Kau bisa mencari gambar lain jika memang tidak ada arti. Mengapa harus batang berduri saja? Ini seperti tidak ada seni.”
1031.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 670 kali sebagai unread artinya
Baca
+Pustaka
Dua Sisi

Dua Sisi

Dia pasti malu dianggap melepas burung merak dan malah menikahi burung gagak. "Kalau kamu sudah tidak jadi ART nya Revan, kamu tinggal di rumah saya saja mau nggak, Mbun? Bukan sebagai ART tetapi sebagai IRTnya saya? Mau nggak, Cantik?" Sergio mendekatkan wajahnya pada Embun yang seketika di hadiahi geplakan Al dengan file dokumen yang baru saja di antarkan oleh sekretarisnya.
1030.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai unread artinya
Baca
+Pustaka
Bukan Pernikahan Palsu

Bukan Pernikahan Palsu

"Baca chat gue sekarang, Gar!" "Ogah!" Gara kemudian mematikan sambungan teleponnya secara sepihak. Nah, meski ia berkata ogah, namun tetap ia buka pesan teks dari Radit. Menemukan beberapa foto yang dilampirkan berikut data panjang dari calon ART yang direkomendasikan sahabatnya itu. "Aku nggak bisa sembarangan mutusin, sih. Harus konsultasi sama Rissa dulu juga. Oh, wah, yang ini kayaknya sesuai kriteria."
8.4150.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.3K kali sebagai unread artinya
Baca
+Pustaka
Dambaan Hati Pak CEO

Dambaan Hati Pak CEO

Ratih kembali berkomentar hingga membuat teman yang lainnya ikut menyahut. Dita yang terpojok hanya bisa diam dan kembali duduk di meja kerjanya. Di ruangannya Mario juga sedang duduk perhatiannya tertarik pada undangan yang dibungkus dengan kain dan terlihat sangat artistik, rasa penasaran pada inisial di luar undangan yang bertuliskan R & A membuatnya segera membuka undangan itu.
108.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 224 kali sebagai unread artinya
Baca
+Pustaka
RUMAHKU ADALAH KAMU

RUMAHKU ADALAH KAMU

“Aku tahu, tapi aku juga capek lari terus.” Arsen menatap sahabatnya itu dengan serius. “Ai, kamu bukan pelukis yang sama seperti waktu itu. Kamu sudah bertahan sejauh ini. Itu saja sudah cukup jadi bukti kalau kamu hebat.” “Aku tahu,” jawab Aira lirih. “Namun kata tahu dan berani itu dua hal yang maknanya berbeda.” Arsen menyandarkan punggung ke kursi. “Ivory Gallery itu bukan galeri kecil. Mereka nggak sembarang nawarin comeback ke orang. Mereka selektif.”
10745 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai unread artinya
Baca
+Pustaka
Mak comblang with the boss

Mak comblang with the boss

lanjut Artan lagi kini tersenyum. Senyum yang Reva artikan sebagai sebuah senyuman kebahagiaan. Oh Tuhan! Kenapa rasanya dada Reva sesak dan sakit sekali mendengarnya. Apakah memang kehadiran Artan hanya untuk menyakitinya? Tbc....
811.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 306 kali sebagai unread artinya
Baca
+Pustaka
Gairah di Balik Tirai Kehidupan

Gairah di Balik Tirai Kehidupan

Namun, ketika membaca nama pengirimnya, napasnya tercekat. **Dari: reno.artcon@g***l.com** **Subjek: Kolaborasi Seni – Sebuah Tawaran** Tangannya gemetar ringan. Nama itu… Reno. Nama yang dulu ia coba hapus dari hidupnya. Ia menatap layar cukup lama sebelum akhirnya membuka email itu. “Hai Alena, Aku melihat karyamu beberapa waktu lalu di pameran galeri kecil di Surabaya. Indah sekali—dan jujur, aku langsung tahu itu kamu, bahkan sebelum membaca namamu di katalog.
3.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 114 kali sebagai unread artinya
Baca
+Pustaka
Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku

Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku

"Hanya dua koper, Al. Sisanya aku tinggalkan. Aku tidak butuh beban dari masa lalu di tempat baru ini." "Apa rencanamu di sana, Na?" Ada jeda statis sebelum dia menjawab. Terdengar desahan napas lelah yang ditiupkan ke arah mikrofon ponselnya. "Aku menerima tawaran kerja lama," jawab Raina datar. "Sebuah galeri seni independen menawariku posisi kurator awal tahun lalu. Aku terus menundanya karena aku pikir duniaku hanya berputar di rumah Jakarta."
9.471.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai unread artinya
Baca
+Pustaka
Hello Tunangan (Indonesia)

Hello Tunangan (Indonesia)

Dengan perasaan yang masih merasa tidak enak, Arbel berjalan ke arah kamar mandi, tanpa memerhatikan Ares yang masih berdiri di depan pintu kamar Arbel. Mungkin seandainya Arbel berbalik, dia akan melihat senyuman Ares yang sudah menghilang, terganti dengan pandangan kosongnya yang lebih parah dari yang biasa. Dan kemudian Ares memasuki kamar Arbel, meninggalkan majalah yang tadi di bacanya dengan keadaan yang masih terbuka. Menampilkan sebuah artikel dengan judul "2017, Gio Raditya memutuskan berhenti berkarya."
1016.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 484 kali sebagai unread artinya
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status