Tawanan Tuan Kama
Raga menangkan, Kila berdiri di belakang Raga, ia sebenarna siap berlari masuk ke dalam rumah.
Dan dengan kelibatan cepat, Kama muncul dengan menunggung kuda. Tubuhnya berkeringat dan rambutnya basah karenanya.
Kama tidak berhenti, ia hanya memutar arah untuk kembali memacu kudanya ke arah padang rumput sana.
"Nah. Aku bilang juga apa, bukan pasukan berkuda." Raga menjelaskan dengan entengnya, seolah pemandangan barusan sudah biasa terjadi untuk Raga, tapi tidak bagi Kila.
Capítulos Populares