Cinta Diam-Diam Sang Bos
“Eh, itu ide bagus! Boleh nggak aku bawa temanku?”
“Boleh boleh saja. Sampai ketemu besok, Cantik!”
Aku tersenyum mendengar julukan itu darinya, lalu tiba-tiba kudengar suara di belakangku, begitu dekat di telinga.
“Ah, Citra, harus gimana aku ini? Temanku bersiul tiap kali lihat kamu, seakan dia terpukau olehmu, lalu asistennya panggil kamu cantik, sementara aku sendiri nggak bisa tahan diri, dan sekarang aku kecanduan kue coklat. Kira-kira, akan berakhir gimana ini?” Aditya berbicara dengan nada yang begitu menggoda, seperti saus cokelat hangat yang mengalir lembut.
Hot Chapters