Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
GEISHAKU KARMILA

GEISHAKU KARMILA

“Atas dasar apa Tuan Jenderal mengagumi saya?” “Kecantikanmu, kelihaianmu bermusik, menari dan bernyanyi. Semua yang kau miliki aku sangat menyukainya. Dari kota manakah kau berasal Kazumi? Apakah kamu satu kota dengan saudara kamu Takashimo?” “Saya berasal dari Nioza, kota Usuki.” “Hemmm, aku kira kamu orang pribumi. Bahasa kamu rupanya sudah tercampur dengan bahasa kota ini, Madam.”
1023.6K viewsCompletedAdded to Library 472 Times as usui takumi
Read
+Library
Koma

Koma

Mungkinkah suara dari langit. "Woi! Gue disini." Sebuah suara keras tepat menggema ditelingaku. Aku berbalik dan mendapati seseorang yang sangat ingin kubunuh, dia adalah Oja, dengan muka yang memuakkan. Gina tersenyum kearah kami secara bergantian, kenapa perasaanku mulai enggak enak ya. Tentu sajalah kan ada Oja, gimana sih, aku ini.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 104 Times as usui takumi
Read
+Library
Yang Ternoda

Yang Ternoda

Sementara Zafira merasakan genggaman di tangan kanannya semnaki mengerat. “Setak jantungnya juga bagus ya. Sekarang kita ukur dulu. Wah, sudah 2,5 cm nih ... sudah besar ya ... kalau dari hasil USG ini diperkirakan usianya 8 minggu. Sehat-sehat ya sayang, tuh lihat Mama dan Papa excited banget tuh ketemu kamu sampai terharu gitu,” ucap dr. Stella mengakhiri pemeriksaan kemudian perut Zafira dibersihkan oleh perawat dari bekas-bekas gel tadi.
1060.4K viewsOngoingAdded to Library 2.4K Times as usui takumi
Read
+Library
LUKA

LUKA

"KAMU ITU CUMA HAMA KENAPA KAMU NGELAKUIN KE AKU DAN NGANCURIN HUBUNGAN AKU SAMA NARA?!!!" Plakkkk. Intan yang telah berdiri menampar keras pipi Alvin membuat semua orang memekik. "KAMU PIKIR CUMA AKU YANG MURAHAN DISINI? AKU MENJAGA MAHKOTAKU DAN KAMU YANG PERTAMA MENGAMBILNYA, APA KAMU MAU MENYANGKAL SEMUANYA, HAH?!!!" "CUKUPPP!!!" Tuan Hemansyah berseru membuat mereka berdua menghentikan perkelahian, "KALIAN SAMA SAJA. KALIAN TIDAK LEBIH BAIK DARI BINATANG!!"
87.8K viewsOngoingAdded to Library 186 Times as usui takumi
Read
+Library
YOU

YOU

dewi Triana.A7710oursthus6bole
Hiks. "KESYAAAAAAAAA.............!!!!" Walau aku tak teraih namun, sinarku akan tetap menerangi mu. Walau aku tak terlihat namun, cintaku tetap bersamamu. _ Kesya Christin Jeremi THE END Kena deh! Mohon maaf yang sebesar-besarnya, aku harus hiatus sementara karena demam yang tak kunjung turun. Tetap nantikan kisahnya readers...
9.911.1K viewsCompletedAdded to Library 401 Times as usui takumi
Read
+Library
SUSUK TERATAI PUTIH

SUSUK TERATAI PUTIH

Seketika semua bisa ular yang disemburkan oleh Sumirah menguap tidak bersisa. “Keparat!” Sumirah marah karena lagi-lagi usahanya sia-sia. Lelaki yang menjadi musuhnya itu tidak terluka sedikitpun oleh serangannya. Selanjutnya Kyai Ibrahim melemparkan tasbihnya ke udara dan langsung terbang melesat melingkar di leher ular Sumirah. “Aargh! Apa-apaan ini!” Sumirah tercekik karena tasbih yang dipasang paksa di lehernya mencekiknya dengan erat.
9.751.0K viewsOngoingAdded to Library 1.4K Times as usui takumi
Read
+Library
SUAMI USIL

SUAMI USIL

Sementara aku membuat jus buah seperti komando suami. Setelah selesai, aku pun membawanya ke meja yang ada di teras. "Mas ini, namanya siapa?" tanya Mas Darius. "Namaku Unyil, Pak!" jawabnya. "Uwah, uwahahaha ..., serius, situ namanya Unyil? Wahahaha ... Tampangnya sangar gitu namanya Unyil, Mas! Yang keren sedikit kenapa, Mas. Misalnya, Herkules, Jonh key dll," seruku.
102.8K viewsCompletedAdded to Library 85 Times as usui takumi
Read
+Library
MENYUSUI TUYUL

MENYUSUI TUYUL

Kini, kematian dengan dirinya hanya berjarak antara kulit dan daging. Sutoro teringat ambisinya dalam mengumpulkan harta dengan jalan yang salah dan kejam. Dia menatap pilu pada orang-orang yang berdiri di samping tubuhnya yang sekarat. Pak Duki, Karin, Trisna, dan seorang perempuan paruh baya itu tengah mentertawakannya.
1039.9K viewsCompletedAdded to Library 1.6K Times as usui takumi
Read
+Library
SUAMI TOXIC

SUAMI TOXIC

Mas Zaki memberikan sebuah tas kertas padaku. “Oh … apa ini, Mas?” tanyaku. “Mainan untuk Ari,” jawab Mas Zaki. “Tidak perlu repot-repot, Mas.” “Tidak repot, kok. Semoga Ari suka, ya.” “Terima kasih,” ucapku. “Ehem!” Bu Puspa berdehem. “Eh … eng, Mama apa sih? Pakai berdehem segala,” Mas Zaki seperti anak kecil yang merajuk.
1045.0K viewsCompletedAdded to Library 1.8K Times as usui takumi
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status