Menari Bersama Hujan
Rain mengangguk pelan, lalu berkata, “Kamu tidak harus berhenti menari untuk bisa melangkah. Kamu hanya perlu memilih panggung yang berbeda.”
Angin sore kembali masuk lewat jendela, membawa aroma tanah basah yang samar. Meihui menatap langit senja dari balik tirai tipis. Matahari hampir tenggelam, tapi cahayanya masih sempat menari di lantai kayu, membentuk kilauan hangat yang menyelimuti mereka.
Dalam keheningan itu, Meihui tersenyum.
“Dulu, aku pikir aku akan selamanya berdansa dalam kenangan. Tapi sekarang, aku tahu… aku bisa menari untuk masa depan.”
الفصول الرائجة