Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
MALAM PERTAMA DENGAN BOS MAFIA

MALAM PERTAMA DENGAN BOS MAFIA

Setelah itu menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Sayang air di kamar mandi ini sedang mengalir kecil. Membuat kesabaranku sedikit terganggu. "Kiraaan!" Di luar sana Rain memanggil. "Tunggu sebentar!" Aku membalas dengan ikut sedikit berteriak. Usai memoles bibir dengan lip color, tas lekas kusambar. Kakiku bergerak cepat menuju depan. Ternyata Rain sudah menunggu di sofa ruang tamu.
9.933.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 796 kali sebagai waiting for rain
Baca
+Pustaka
Unperfect Husband

Unperfect Husband

Kenapa hujan justru datang di saat yang ia tunggu-tunggu sejak lama? Caraline berdecak sebal. Rahangnya mengetat seiring dengan kedua tangannya yang terkepal erat. Bayangan kebersamaannya dengan Deric seketika hancur lebur akibat hujan turun, padahal ia sudah menanti hadirnya malam ini sejak beberapa hari lalu. Ia juga tidak mungkin menerobos hujan besar untuk sampai di tempat yang dijanjikan.
1047.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai waiting for rain
Baca
+Pustaka
Pernikahan Luka

Pernikahan Luka

Suasana langit mendung menggantung di atas atap rumah Dewi. Tapi, berbeda dengan suasana hati Dewi, yang lebih bersemangat, menyambut pagi. Aroma hujan menguar ke udara. Sepertinya hujan tak akan lama lagi akan turun ke bumi. Membasahi jiwa-jiwa yang meronta, membutuhkan kasih sayang. Sekali lagi, Dewi berharap hujan segera datang. Sama seperti dia selalu berharap bertemu Andika.
847 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai waiting for rain
Baca
+Pustaka
The Lunar

The Lunar

“Rasa penasaran ini mencambuk hingga membuat memar hatiku.” *** Langit senja begitu mendung. Rain yakin kalau sebentar lagi akan turun hujan. Sebelum keroyokan air dari langit itu menjatuhi bumi, lebih baik dia mengunci pintu depan rumahnya. Sambil memegang sebatang lilin yang diletakkkan dalam wadah mirip gelas berwarna perak, Rain berjalan menuruni anak tangganya.
1051.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai waiting for rain
Baca
+Pustaka
Malam Pertama Di Hari Perpisahan

Malam Pertama Di Hari Perpisahan

Tubuhnya yang sedang menyender segera bangkit. "Mas Amar..." ucap Raina gemetar. Menggunakan payung hitam, Amar berdiri tak jauh dari wanita itu. "Apa kamu sedang menunggu seseorang?" Raina terperangah tapi ia begitu gemetaran. Dengan cepat ia menggeleng dan menundukkan matanya. "Kalau begitu ikutlah denganku. Hujan semakin lebat.. sebentar lagi akan banjir dimana-mana," ucap Amar meyakinkan.
1069.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai waiting for rain
Baca
+Pustaka
Secret of the "Black"

Secret of the "Black"

Hye Jin menyangga dagunya sembari meratapi layar laptop dengan wallpaper gif hujan salju yang diberi efek slow motion turun dari langit. Dinginnya salju dan ketenangan yang ia rasakan, membangunkan harapannya untuk dapat melihat salju yang sebenarnya. Musim dingin telah tiba, tetapi salju pertama belum juga datang. Matanya berpindah ke dinding kaca di ruangannya, menunggu salju menghampiri menawarkan ketenangan.
3.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai waiting for rain
Baca
+Pustaka
Nature Squad

Nature Squad

Rain mengajaknya bertemu di sini bukan tanpa alasan, dia ingin berbicara hanya berdua tanpa gangguan dari anak-anak Nature Squad lainnya. "Lama banget sih." Protesnya seraya berkacak pinggang ketika pemuda itu baru saja datang padahal ia sudah menunggu lebih dari lima belas menit. "Lama ya? Perasaan hanya telat beberapa menit doang," ujar Samudra merasa tidak melakukan kesalahan. "Cuma beberapa menit?" tanya Rain dengan nada sarkas, “lima belas menit Samudra.” "Iya deh, iya ..." Balas Samudra dengan senyum jahilnya, "maaf beb."
105.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 121 kali sebagai waiting for rain
Baca
+Pustaka
Terjerat Cinta Terlarang di Ruang Konsultasi

Terjerat Cinta Terlarang di Ruang Konsultasi

Lampu dari dalam kafe dan lampu jalan memantul di kaca basah, membentuk dunia kecil mereka yang penuh kehangatan. Dengan pesan tidak terbalas dan perasaan yang belum punya tempat pulang, Elara menyadari satu hal: menunggu hujan reda jauh lebih mudah daripada menunggu kepastian. Namun, kali ini dia tidak takut karena tidak lagi sendirian.
101.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai waiting for rain
Baca
+Pustaka
Rahasia Suamiku

Rahasia Suamiku

Kutunggu beberapa detik, belum juga dibacanya pesan di aplikasi hijau tersebut. Mondar-mandir di dalam kamar menunggu balasan darinya. Lalu pandanganku tertuju keluar jendela. Kulihat hujan telah turun dengan perlahan. Awalnya hanya gerimis saja, lama-kelamaan semakin deras turunnya disertai bunyi Guntur dan kilatannya.
10124.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.5K kali sebagai waiting for rain
Baca
+Pustaka
Choose Me!!

Choose Me!!

Sepertinya sebentar lagi akan turun hujan. "Mau hujan, ya? Kalau nggak salah hujan waktu mustajab buat berdoa," bisik Ayana lirih sambil memandangi langit, menunggu rintik hujan yang akan turun. Begitu gerimis turun, Ayana akan langsung mendoakan dirinya sendiri agar bisa secepatnya move on dari dua pria bodoh yang pernah menolaknya.
85.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 183 kali sebagai waiting for rain
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status