Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Aduh Jenderal Tak Tahan

Aduh Jenderal Tak Tahan

Oleh karena itu, Yohan menunggu kesempatan memanfaatkan hujan lebat ini untuk menghancurkan pasukan kedua negara. Dia telah memberi tahu rencananya kepada Nabila. Istana. Nabila berdiri di bawah atap ruangan sambil menatap hujan lebat di luar dengan sendu. Sebelumnya hanya hujan rintik-rintik, tetapi sekarang hujan terus turun tanpa henti selama berhari-hari. Cuaca ini sangat aneh. Pelayan di belakang berkata.
9.84.7M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 169.4K kali sebagai waiting for rain
Tampilkan Ulasan (966)
Baca
+Pustaka
Kaisar Dewa
Izin promosi ya kak ... Hai, semua. Bila kalian berkenan silahkan baca buku saya. Judulnya “Sang Menantu Terkuat”. Nama pena Kaisar Dewa. Berkisah tentang seorang menantu dewa perang yang diselingkuhi dan diceraikan oleh istrinya di ulang tahun pernikahan mereka. Simak kisahnya…. Terimakasih bany
Falisha Irsan
semoga Nabila bisa mengungkapkan siapa si mesot dan putrinya yg genit kpd ibunya. dan kaisar yg akan tetap mendukung Nabila Krn dia Sdh tau masalah ibu mertua dan klg Anderson. biar ibunya sendiri yg mengambil tindakan seperti hubungan dia dg nadif. dan ratu diberkahi dg membawa kbr Bahagia stlhnya.
Baca Semua Ulasan
SUAMIKU BERUBAH KARENA WANITA LAIN

SUAMIKU BERUBAH KARENA WANITA LAIN

Bahkan mentari yang pernah tenggelam saja pasti terbit dengan sinar yang menyilaukan mata, menumbuhkan tanaman yang layu merindukan sinarnya. Setelah musim kering yang panjang, selalu ada masa di mana hujan jatuh membasahi bumi. Aroma petrichor sedikit menambah ketenangan sendiri. Bukan cuma Ulfa, melainkan semua yang merindukan hujan.
1036.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 907 kali sebagai waiting for rain
Baca
+Pustaka
Suami Sah di Siang Hari, Kekasih Gelap di Malam Hari

Suami Sah di Siang Hari, Kekasih Gelap di Malam Hari

desahnya lirih. Hujan di luar kian deras, seolah langit pun menumpahkan air mata bersama mereka. Sementara itu, Aurora masih menunggu di balik setir mobilnya, lampu jalan yang redup memantulkan bayangan di wajahnya. Ia tak tergesa-gesa. Baginya, ini bukan sekadar permainan singkat. Ini adalah perang kesabaran. “Langkah pertama sudah berhasil,” ucapnya pelan, seolah menegaskan pada dirinya sendiri. “Tinggal tunggu saat yang tepat, dan Adrian akan benar-benar terlepas dari genggaman Rani.”
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai waiting for rain
Baca
+Pustaka
Aku yang Kau Buang, Kini Tak Bisa Kau Sentuh

Aku yang Kau Buang, Kini Tak Bisa Kau Sentuh

Rain mengusap peluh yang bercucuran di dahi. “Sebentar ya, Sayang. Mungkin sebentar lagi ada taksi lain yang muncul. Sabar, ya!” sahut Asri. Lama mereka menunggu, akhirnya rasa bosan mulai menyerang Rain. Anak itu mulai tak nyaman dengan keadaan sekitar. “Mama, aku mau pulang! Aku capek!” rengek Rain. “Sabar ya, Sayang. Ini masih jauh, ini Mama mau pesan taksi online dulu.”
1013.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 305 kali sebagai waiting for rain
Baca
+Pustaka
Cinta di Gerbang Kematian

Cinta di Gerbang Kematian

Seorang laki-laki bermanik hitam sedang memandangi rimbunnya dedaunan yang basah terkena rintik hujan. Hujan memang tidak pernah memberi kabar kapan dagangnya. Kadang turun tanpa aba-aba, kadang lama sekali ia tak berkunjung ke bumi meski langit sering kali murung karena mendung. Akan tetapi hujan tak hadir menghampiri pada manusia yang menantinya.
670 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai waiting for rain
Baca
+Pustaka
Penungguan Berakhir Pahit

Penungguan Berakhir Pahit

"Kamu berpura-pura dengan cukup baik. Tapi apa kamu hanya bisa berpura-pura menyedihkan? Hanya Kak Bryan yang akan memercayai tipuan kuno seperti ini." Cecil tahu apa maksud perkataan Yovita. Dulu saat mengejar Bryan dengan gigih, Cecil menunggu semalaman di bawah asrama putra di tengah hujan. Cecil masih mengingat dengan jelas bahwa hujan di malam itu sangat deras. Dia memeluk gitar yang telah dipilihnya dengan cermat untuk diberikan kepada Bryan sambil berdiri di tengah hujan.
14.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 445 kali sebagai waiting for rain
Baca
+Pustaka
PRAS, and his destiny

PRAS, and his destiny

"Petir menepati janji. Ia memuntahkan suara begitu dahsyat dan hebat, berkali-kali. Hingga ia merasa letih sejenak. Tujuannya satu, mencari dan menarik perhatian Jingga yang pergi entah kemana. Perlahan pun, air hujan turun, bersama petir yang terus bersuara seakan memanggil Jingga untuk datang. Empat puluh lima menit terus seperti itu. Petir letih, suaranya perlahan melemah. Seakan hilang harapan. Hujan pun sama. Ia berkata kepada petir untuk menyudahi usahanya. Jingga tak kan muncul. Petir pun patuh. Ia berangsung pergi menuju langit di arah lain, karena tempat dimana ia biasa bertemu Jingga, tak memunculkan keinginannya itu. Petir mundur perlahan, cahaya menyilaukan menembus ke raganya. P
9.812.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 385 kali sebagai waiting for rain
Baca
+Pustaka
Altair dan Sepasang Matahari

Altair dan Sepasang Matahari

Seven was lucky number from that time). If it rains on this occasion, the River of Heaven is flooded and prevent them to meet. Therefore, on 6th of July, people pray for them not to rain on this day, dedicating Tanzaku ( a strip of poetry paper) to the star in various colors writing their wishes (including people’s own wishes) hunging them on leafy bamboo. Lalu ia pun menyanyi dan bertepuk tangan sendiri sekedar mengusir sepi. Sasa no ha sara-sara
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai waiting for rain
Baca
+Pustaka
Harga Diriku Bernilai Lima Puluh Juta

Harga Diriku Bernilai Lima Puluh Juta

"Apakah Naura belum kembali? Kenapa lama sekali?" Tak kunjung mendapatkan tanda-tanda kedatangan mereka, Adira pun pada akhirnya menunggu di depan yayasan. Duduk di sebuah bangku tunggu layaknya sebuah halte bus. Langit yang awalnya cerah mendadak dipenuhi gumpalan awan hitam yang siap menjatuhkan bebannya. Tak berselang lama. Pada akhirnya hujan mulai turun dengan derasnya disertai angin kencang dan kilatan petir yang menyambar.
107.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 139 kali sebagai waiting for rain
Baca
+Pustaka
Menari Bersama Hujan

Menari Bersama Hujan

Meihui menoleh, dan Rain mulai membaca pelan: "Ketika hujan pertama jatuh setelah kepergianmu, dia duduk diam di bawah jendela. Aku melihatnya dari kejauhan, dan aku tahu—dia tidak sedang mencari pelangi, dia sedang menunggu reda. Aku tidak datang untuk menggantikanmu, tidak pernah. Tapi jika cintamu adalah hujan yang mengajarinya bertahan, Maka biarkan cintaku menjadi langit yang tak lagi mendung." Meihui menutup matanya. Air matanya mengalir, perlahan, seperti hujan pertama setelah musim kemarau. Tapi kali ini, bukan karena duka. Tangis itu adalah campuran dari rasa syukur, rindu, dan penerimaan. Ia menyandarkan kepalanya di bahu Rain, tidak berkata apa pun untuk waktu yang lama.
687 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai waiting for rain
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status