Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
The Lost Princess

The Lost Princess

Meski begitu, walaupun langit ditutupi awam hitam yang bergumpal, air langit masih enggan untuk menjatuhkan dirinya, menolak untuk menyapa hamparan bumi dengan lapisan tanah gersang yang begitu merindukan hujan. Sebuah rumah berdiri di pinggiran desa, dan dari balik salah satu jendela rumah itu seorang gadis mengintip keluar, mencoba memeriksa apakah hujan sudah turun atau belum. Ditangannya, dia memegang sebuah stoples kaca transparan dengan bibit bunga matahari di dalamnya. Dia tak sabar untuk menanam bibit yang didapatnya sebagai hadiah ulang tahun yang ke-16, namun bibit itu tak akan tumbuh jika hujan tidak turun.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai waiting for rain
Baca
+Pustaka
Lima Tahun Tanpa Nafkah

Lima Tahun Tanpa Nafkah

Hanya menunggu waktu saja sampai hujan itu turun. Garwita mendongak, memperhatikan awan kelabu yang semakin tebal. Buru-buru dia memetik pare yang sudah waktunya panen sebelum rintik hujan datang. Suasana semakin terasa mencekam karena Garwita sendirian. Sesekali bunyi gemuruh datang membuat Garwita kaget ketakutan. Dia hanya berdoa semoga tak dibarengi dengan petir karena dia sangat takut dengan itu.
104.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 146 kali sebagai waiting for rain
Baca
+Pustaka
Cinta di Kursi Roda

Cinta di Kursi Roda

Laila duduk di samping Raka, menatap langit yang abu-abu dengan senyum tipis yang tenang. “Aku selalu suka suasana sebelum hujan,” gumam Laila, memecah keheningan. “Rasanya seperti dunia sedang menunggu, memberi kesempatan bagi setiap orang untuk mengucapkan harapan sebelum semuanya tercuci bersih oleh hujan.”
1.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai waiting for rain
Baca
+Pustaka
SURGA YANG TAK DIINGINKAN

SURGA YANG TAK DIINGINKAN

Cafe itu diberi mana 'Rain' karena Rani suka melihat hujan. Hujan masih turun membasuh rindu bumi. Membuat sebagian orang enggan untuk ke luar rumah. Seperti Rani yang tampak mematung sambil menatap ke luar jendela. Rintikan air membuat angannya mengingat kebiasaan ia dan Zian di saat seperti ini. Biasanya Rani akan membuat teh aroma melati dan semangkuk mie instan untuk dimakan berdua.
9.725.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 585 kali sebagai waiting for rain
Baca
+Pustaka
Waiting For Ending

Waiting For Ending

Dddrrrttttt ddddrrrrttttt Telefonku berbunyi, aku melihat siapa yang menelefonku dan ternyata perawat kamar mama. "Suster Anez," gumamku sambil mengklik tombol hijau. "Halo sus," ucapku yang dengan suara serak. "Nara segera ke sini ya, kondisi mamamu semakin memburuk," jawabnya tergesa-gesa. Aku merasakan detak jantungku berdetak dengan sangat cepat. Aku langsung berlari kencang menembus derasnya hujan yang mengguyur kota Seoul menuju halte bus namun, tidak ada satu pun bus yang berhenti, pikiranku semakin kacau.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai waiting for rain
Baca
+Pustaka
Dinikahi Mantan Adik Ipar

Dinikahi Mantan Adik Ipar

Rina mengelus perutnya buncitnya dengan sayang. Sore harinya, hujan turun dengan deras. Aisha duduk di teras rumahnya, sungguh benar-benar suasana yang mendukung untuk melamun, sambil menanti Rayyan pulang kantor. Hujan senantiasa punya cerita tentang kisah sbahagia ataupun sedih. Hujan selalu membawa kesenduan dan kerinduan pada waktu yang tak bisa diulang dengan orang yang tidak akan pernah pulang. Atisha menghela nafas, kerinduan terhadap mama dan omanya benar-benar semakin menjadi. Perempuan itu memutuskan berdiri, mendekat kearah rintik hujan.
1017.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 584 kali sebagai waiting for rain
Baca
+Pustaka
Pernikahan Politis

Pernikahan Politis

Lalu hujan turun dengan derasnya tanpa diawai gerimis. Dari dalam mobil, Arisha melihat rinai hujan dan air yang mengalir di balik kaca. Air hujan membasuh pohon-pohon angsana yang berdiri kokoh sepanjang jalan provinsi. Lalu ia berusaha menatap langit, risau hatinya tak sabar menanti Akhtar memberi kabar. Gawai Kiai Mansur yang berdering, mengalihkan pandangan Arisha.
105.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 213 kali sebagai waiting for rain
Baca
+Pustaka
Gairah Berbahaya Sang Billionaire

Gairah Berbahaya Sang Billionaire

ucap Rain sembari melompat turun dari ranjang lalu masuk ke dalam kamar mandi. **** Malam hanrinya .... Rain berjalan mondar-mandir di kantornya sembari menatap jam tangan yang sudah menunjukkan pukul 21.35 malam, perempuan cantik bermata hazel sedang menunggu Adrian menjemputnya akan tetapi sang dokter tampan tak kunjung datang sehingga Rain menjadi semakin gelisah. Berkali-kali ia mencoba menghubungi ponsel Adrian akan tetapi tunangannya tidak kunjung menjawab panggilan teleponnya.
9.584.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.1K kali sebagai waiting for rain
Tampilkan Ulasan (22)
Baca
+Pustaka
Vee_nue
Halo, selamat datang di novel kedua saya di GN. Semoga kakak" suka dengan alur cerita novel kedua saya yang kaya akan rasa yaitu romantis, ngeselin, gemes, mendebarkan dan pasti saya bubuhkan sedikit adegan action supaya kakak" tidak bosan. Tolong tinggalkan koment, rate bintang 5, dan vote. Thanks
lullaby dreamy
awal cerita emg bagus & menarik, tp lama kelamaan jd jauh dari inti kisahnya (ttg billioner yg cari pasangan cinta masa lalu)...yah wlwpun rain yg sm dia trnyata emg cinta masa lalunya, tp malah skrg rain sm adrian... udh gtu trll murahan jg rain stlh pisah dr christian..kpn jg bisa bersatu sm chris
Baca Semua Ulasan
Pemuda Perkasa Pilihan Nyonya

Pemuda Perkasa Pilihan Nyonya

Di apartemen, Rain yang memikirkan Satria tampak mondar mandir di depan pintu. Perasaannya tiba-tiba tidak enak, cemas memikirkan Satria yang katanya berteduh di cafe coffe. "Reda dong hujannya biar dia bisa cepet nyampek!" kata Rain, berbicara pada dirinya sendiri. Bibir wanita hamil itu tak hentinya berbicara dan bergumam, sedangkan kedua tangannya saling meremas satu sama lain.
1098.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.2K kali sebagai waiting for rain
Baca
+Pustaka
Misteri Wangi Pandan Di Tengah Malam

Misteri Wangi Pandan Di Tengah Malam

Malam turun perlahan di kota kecil itu. Jalanan lengang, hanya lampu-lampu jalan yang redup menyoroti aspal basah sisa hujan sore. Dari kejauhan, gedung radio tempat Raina bekerja tampak berdiri tenang, kaca-kacanya memantulkan cahaya lampu neon biru, memberi kesan damai. Tak ada yang menyangka, di balik ketenangan itu, sesuatu sedang menunggu.
101.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai waiting for rain
Tampilkan Ulasan (16)
Baca
+Pustaka
Pelangi Jelita
Reader Q tersayang, jumpa lagi dalam karyaku kali ini ya, alih genre dulu ya, semoga kalian berkenan.. Komen.positifmya dan tanggapannya boleh banget di setiap babnya. monggo aja. siapa tau pernah juga mgalamin kejadian honor.. salam manis dari Author kalian.. ...️...️...️...️
Strawberry
Di kakak wangi pandan di rumahku tiap jam 11 keatas, saat aku masih sibuk ama laptopku pasti bau melati lewat....akhirnya setelah tahu ada apa aku pindah ke lantai dua skrang nulisnya eh...awal pindah ke lantai dua masih ikutin wanginya...
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status