Pacar Toxic
Ambil wudlu sekalian mandi, usai sholat segera bersiap berangkat kerja.
Gegas aku menuju jalan raya, nyegat angkot menuju kantor.
"Tumben telat kamu, Luk?" sapa Diani, aku melihat jam yang melingkar di tanganku, jarum menunjuk angka 08:10. Padahal aku berangkat jam 06:30 tadi, kok masih telat? Biasanya diantar Rey berangkat dengan jam yang sama, masih mampir sarapan pula, tapi nggak telat. Untungnya perusahaan ini tidak terlalu ketat soal absen.
Hot Chapters