Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Teardrops in the Cold Water

Teardrops in the Cold Water

sela Jian melihat teman-temannya. “Iya, sama-sama,” jawab Okky. Mereka berlima pun berjalan bersama melewati gerbang keluar sekolah. Mereka berpisah dan melambaikan tangan satu sama lain. Rumah mereka berbeda jalan kecuali Sekta dan Karine yang searah. Lyona pun berjalan dengan perlahan sambil diterpa angin sepoi-sepoi. Ia merasakan angin-angin itu masuk ke dalam kulitnya melewati pori-pori, sangat segar dan sejuk. Ia berhenti sejenak di bawah pohon besar dan menutup matanya untuk merasakan terpaan angin. Ia bernapas teratur dan dalam hatinya ada rasa syukur bahwa ia bisa merasakan sejuknya angin.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai walau badai menerpa
Baca
+Pustaka
Sang KAISAR PRODEO

Sang KAISAR PRODEO

Werrrssshhhhh. Badai angin bergelombang datang tiba-tiba. Menghembus kencang berputar, pasir-pasir beterbangan, menerpa ketiga sosok yang masih tetap tak bergeming dalam meditasi mereka. Niscaya kulit manusia biasa akan langsung berlubang-lubang, tertembus lesatan pasir-pasir yang berpusar dahsyat. Menghempas dengan begitu deras dan kencang, dalam badai gelombang pasir itu.
1035.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 985 kali sebagai walau badai menerpa
Baca
+Pustaka
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

Seru Perawan Sesat kala itu. Ia sendiri hampir terbang terpental oleh hembusan angin badai yang cukup kuat itu. Seruan tersebut tak mendapat tanggapan dari kedua temannya, karena masing-masing sibuk bertahan agar tak ikut terbuang oleh badai keras tersebut.
1028.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 996 kali sebagai walau badai menerpa
Baca
+Pustaka
MAKE ME GO

MAKE ME GO

🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿🍂🌿 Semoga kalian tidak bosan dengan keuwuan dan badai yang kerap kali datang menghantam tanpa permisi di kapal Alvin Nayla yaa~ 💋 Lupyu, bunny ❤
9.736.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 756 kali sebagai walau badai menerpa
Baca
+Pustaka
Kesatria Garuda

Kesatria Garuda

Udara bergemuruh, menandakan datangnya malapetaka yang mengerikan. Badai Dahsyat yang Menerjang Sebelum mereka sempat bereaksi, badai dahsyat menerjang mereka. Angin bertiup dengan kecepatan luar biasa, menghantam tubuh mereka dengan kekuatan yang luar biasa. Hujan deras mengguyur, membuat penglihatan mereka kabur. Petir menyambar, menciptakan kilatan cahaya yang menyilaukan. Ardian dan Sita harus berjuang keras untuk bertahan hidup di lingkungan yang berbahaya dan ekstrem ini. Kemampuan mereka untuk mengendalikan elemen dan bertahan hidup dalam kondisi yang paling ekstrem akan diuji.
1.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai walau badai menerpa
Baca
+Pustaka
KEKASIH HATI SANG PUTRI

KEKASIH HATI SANG PUTRI

“Apa yang terjadi?” “Kenapa tiba-tiba ada badai?” Suara-suara di sekeliling mereka terdengar riuh, beberapa bahkan memutuskan untuk meninggalkan kursi penonton karena merasa ketakutan dengan badai yang begitu dahsyat. “Hyaaaaaaa!” Harvey berteriak, mengerahkan seluruh energinya, kedua tangannya meninju di udara hingga membuat tanah di sekitarnya bergerak.
109.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 245 kali sebagai walau badai menerpa
Baca
+Pustaka
Kebangkitan Sang Pewaris Tunggal

Kebangkitan Sang Pewaris Tunggal

Angin kencang menumbangkan pepohonan, hujan deras membuat tanah longsor di beberapa tempat, dan ombak besar menghantam pantai dengan ganas. Klein bisa melihat beberapa orang yang masih berjuang melawan cuaca ekstrem ini, berusaha bertahan hidup di tengah kekacauan. “Ini benar-benar aneh.” Klein menatap kekacauan yang ada di depannya. “Tidak seharusnya ada badai yang melanda pulau Aurora hari ini. Tapi mengapa … setelah Mr. Brown mengumumkan permainan, tiba-tiba muncul badai dahsyat?”
1037.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai walau badai menerpa
Baca
+Pustaka
Skandal Asmara Putri yang Terlarang

Skandal Asmara Putri yang Terlarang

POV Matilda Badai terburuk tiba, membawa hujan lebat. Buih berhamburan dari mulut Marguerite ketika dia berlari di antara pepohonan di bawah guyuran hujan. Batang-batang pohon berdebur saat kukunya berderap di atas tanah yang tidak rata, hujan dan angin menggigit wajahku.
103.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai walau badai menerpa
Baca
+Pustaka
Menjadi Tawanan Rubah Tampan

Menjadi Tawanan Rubah Tampan

“Apakah aku terlambat, Elena? Apakah kau benar-benar telah membuangku?“ *** Malam itu, badai melanda Alderaan. Hujan lebat menghantam kaca jendela kamar Allard dengan ritme yang monoton dan memekakkan telinga. Namun, badai di luar sana tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan badai yang berkecamuk di dalam dada sang penguasa.
103.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 134 kali sebagai walau badai menerpa
Tampilkan Ulasan (16)
Baca
+Pustaka
ida sari
seru banget nih ceritanya,bikin penasaran knp bisa seorang kaisar memiliki putra yg berbeda dengan manusia biasa dan knp juga dia sangat menginginkan putra nya lenyap dr hidup nya.. wajib baca nih yg pada penasaran.
C. Widyawati Kurni
ceritanya bikin deg-deg aku, sedih senang dengan membaca kata-kata dan banyak kalimat yang menari-nari di otak seperti melihat aselinya... bravo buat penulis cerita ini... walaupun harus sabar setelah kelar 2 bab ...
Baca Semua Ulasan
Setelah Badai Berlalu, Hidup Ini Belum Terlambat

Setelah Badai Berlalu, Hidup Ini Belum Terlambat

"Selamat ulang tahun. Semoga seiring bergantinya tahun, kamu selalu diliputi kedamaian dan kebahagiaan." Aku mengusap air mataku, lalu mengangguk dengan mantap. "Terima kasih. Aku pasti akan bahagia!" Setelah semua badai dan gelombang besar itu berlalu, kini aku siap menyambut kehidupan yang baru.
8.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 335 kali sebagai walau badai menerpa
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status