Luka di Ujung Senja
Ia terasa penuh oleh jejak-jejak tak terlihat—orang-orang yang pernah duduk, menulis, bernapas, lalu pergi sedikit lebih ringan.
Anggi masuk kamar dengan langkah pelan.
Di antara napas Rafa dan Rendra yang teratur, ia memejamkan mata dengan satu pikiran sederhana yang kini tak lagi terdengar seperti harapan, tapi kenyataan:
Mereka tidak menyelamatkan dunia.
Mereka hanya memastikan, di satu titik kecil dunia,
orang boleh berhenti sebentar—
dan itu cukup untuk membuat besok sedikit lebih mungkin.