Istri Yang Kau Buang, Kini Jadi Nyonya Besar
"Dan aku ingin satu dinding penuh dengan mural buatan tangan. Bukan wallpaper cetakan mesin. Aku ingin gambar pohon besar yang menaungi seluruh ruangan, dengan hewan-hewan kecil yang mengintip dari balik daun. Itu akan membuat adek merasa terlindungi."
Araska tersenyum tipis. "Pohon yang menaungi ... aku suka filosofinya. Baiklah, aku akan cari seniman mural terbaik di Jakarta besok."
"Bukan seniman, Mas. Kita," potong Alya.
"Aku ingin kita berlima—aku, kamu, dan anak-anak—yang menggambar daun-daunnya dengan cap tangan kita. Itu akan jadi kenangan pertama untuk adek bayi."
ตอนยอดนิยม