Mendadak Talak
“Kepala dingin bagaimana? Hasilnya tetap sama kan? Kamu tidak sanggup melepaskannya. Meski sekadar membohongiku saja di depannya kamu tidak sanggup, karena itu akan menyakitinya. Iya kan?”
“Wahda? Oke, aku salah. Beri kesempatan satu kali lagi, ya,” bujuk Bagus.
Wahda menyungging sebelah bibirnya. “Lima tahun kita bersama, kamu masih tidak sanggup berpaling darinya. Lalu aku harus memberimu waktu berapa tahun lagi? Enam, tujuh atau sepuluh tahun?” Wahda tertawa. “Tidak mungkin aku menyiakan-nyiakan waktuku untuk sesuatu yang tidak pasti. Kalau begitu, bebaskan saja aku.”
ตอนยอดนิยม