Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Istri Kesayangan Juragan

Istri Kesayangan Juragan

“Belikan kangkung, tomat, sama tempe, ya, Nduk. Di warung Bu Sarti aja. Sekalian angin-angin…” Anin hanya mengangguk. Ia belum bicara sepatah kata pun sejak tamparan kemarin. Wajahnya tenang, tapi matanya masih menyimpan bekas luka yang belum reda. Ia melangkah melewati gang kecil, menuruni jalan tanah yang setengah becek. Suara ayam dan sapu lidi berpadu membentuk orkes pagi desa. Tak sampai lima menit, ia sampai di warung sederhana di pinggir jalan—atap seng, dinding triplek, dan bau rempah yang menyeruak dari panci-panci besar.
1.2K viewsOngoingAdded to Library 23 Times as warung ajeng
Read
+Library
Petaka Di Gunung Rinjani

Petaka Di Gunung Rinjani

Suasana warung yang akrab dengan meja kayu dan kursi plastik memberikan pengalaman lokal yang kontras dengan hotel mewah mereka. Warung Bu Sari terlihat sederhana tetapi ramai dengan orang lokal. "Pak Darto! Sudah lama tidak ke sini," sapa pemilik warung dengan ramah. "Ini tamu baru ya? Anak-anak Jakarta yang mau naik Rinjani?" Interaksi ini memberikan kesan bahwa Pak Darto memang dikenal baik di komunitas setempat.
101.2K viewsOngoingAdded to Library 31 Times as warung ajeng
Read
+Library
Menantu Bayangan : Istri Simpanan Pewaris Tersembunyi

Menantu Bayangan : Istri Simpanan Pewaris Tersembunyi

Asap wangi daun pisang dan ketan bakar menguar. “Empat ketan oncom dan empat jagung bakar.” Argo yang memesan. Ibu warung menatapnya lama. “Mas-mas ini kayak artis sinetron ya. Bawa istri cantik pisan.” Reyhan melirik Keinarra. “Istri saya jauh lebih cantik dari semua perempuan di muka bumi ini.” “Cieeeeee ….” Widhy bergumam, Keinarra menggigit ketan sambil memalingkan wajah. “Bisa diem enggak sih, Mas … gombalnya bapak-bapak banget.”
1028.9K viewsCompletedAdded to Library 983 Times as warung ajeng
Read
+Library
Kehidupan Setelah Perpisahan

Kehidupan Setelah Perpisahan

Warung itu sudah buka, meski matahari baru muncul malu-malu di balik kabut pagi. Pemilik warung, seorang pria paruh baya dengan sarung disampirkan di bahu, menyambut ramah. “Silakan duduk, Mas. Mau kopi apa?” “Hitam aja, Pak. Dua,” jawab Yoga sambil menarik kursi kayu. Sambil menunggu kopi, Danang membuka percakapan. “Pak, saya mau tanya… Bu Aini sama anak-anaknya sekarang di mana, ya?”
1013.5K viewsCompletedAdded to Library 497 Times as warung ajeng
Read
+Library
Pendekar Tiga Iblis

Pendekar Tiga Iblis

kata Panjul. “Syalatnya apa?” tanya Ardo. “Ayo, kita menghadap ke Ayah untuk minta izin dulu,” ajak Kenanga. “Baik,” jawab Ardo sepakat. Dia tampak bersemangat. Lalu tanyanya kepada pemilik warung, “Belapa, Mbok Bawel?” “Dua kepeng saja,” jawab Mbok Bawer. Ardo meninggalkan sisa makanannya begitu saja setelah membayar dua kepeng. Dia lalu pergi berjalan bersama Kenanga. Ardo menuntun kudanya.
106.9K viewsCompletedAdded to Library 220 Times as warung ajeng
Read
+Library
Dek Ajeng & Mas Abim

Dek Ajeng & Mas Abim

Detik sekian langkah Ajeng terhenti sejenak, lamat-lamat dia menatap ke sorot mata temannya ini, "Aku masih ingat kata-kata kamu pertama kali pas Mas Abim datang ke jamuan makan malam di rumah kalian. Kamu sangat baik walau kita belum pernah ketemu. Kamu sungguh ingin berteman dengan aku, biarpun aku sendiri enggak tahu-menahu mengenai itu. Kamu berharap kita akan cocok, dan aku udah merasakan kecocokan di dalam pertemanan kita. Aku bakal tersanjung banget andai kamu menempatkan aku sebagai teman berbagi." "Iya, deh. Aku mau. Lain kesempatan aku enggak bakal sungkan lagi buat menghubungimu kamu. Terkadang aku juga kebayang, ih kayaknya seru ya kalau kita pergi bareng." "Kamu harus merealisas
101.3K viewsCompletedAdded to Library 37 Times as warung ajeng
Read
+Library
Dua Tak Cukup, Tiga Tak Sanggup: Dimanja Tiga Adik Tiri Idol

Dua Tak Cukup, Tiga Tak Sanggup: Dimanja Tiga Adik Tiri Idol

Warung itu tampak meriah, diterangi lampu kelap-kelip warna-warni yang kontras dengan kegelapan malam pedesaan. Namun, yang paling mencolok bukan lampunya, melainkan suara dentuman bas dari sound system rakitan yang menggelegar hebat, mengiringi sebuah lagu dangdut klasik milik Elvy Sukaesih. "Kalaulah memang... kau rindu padakuuu~" Doni dan Agus turun dari mobil. Begitu melangkah masuk, di ambang pintu warung, langkah Doni mendadak terhenti.
1028.5K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as warung ajeng
Read
+Library
RATU YANG DINGIN

RATU YANG DINGIN

Batin Ajeng "Kenapa terdiam? Apa kau tidak ingin ikut Dik?" Dewandaru menarik hidung Ajeng begitu kuat, sampai merah karena melamun. "Aduh sakit Kak... Iya, aku akan ikut dengan kalian." Ajeng meringis kesakitan, sambil memegang hidungnya. "Baiklah, kalau begitu bersiap siap malam ini kita akan berangkat. Bawa beberapa dayangmu juga, oh jangan lupa keperluan lainnya juga."
3.5K viewsOngoingAdded to Library 138 Times as warung ajeng
Read
+Library
Istri Pelit Bin Medit

Istri Pelit Bin Medit

Ketus Bang Suryo, lagi-lagi bahas Emas. Esoknya pagi-pagi aku langsung belanja ke warung, dengan diekori Wulan. Terpaksa aku menurut perkataan Bang Suryo, dari pada dia marah. Kira-kira masak apa ya, yang enak dan murah meriah? Aku pun sampai di warung Lek Anik, ternyata sudah ramai saja orang. "Ayam berapa ini Lek?" Tanyaku pada Lek Anik.
1017.2K viewsCompletedAdded to Library 412 Times as warung ajeng
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status