Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
WARUNG SOTO MBOK KARSIEM

WARUNG SOTO MBOK KARSIEM

Ucap Bude Parni sambil berlalu masuk ke dalam rumah, darah tingginya bisa kambuh lama-lama bicara dengan adik iparnya itu. Di lain tempat, Asna dan Aska sudah berada di depan warung soto Mbok Karsiem. Warung soto Mbok Karsiem sangat ramai oleh pengunjung yang akan membeli sotonya. Benar-benar luar biasa penglaris celana dalamnya Mbok Karsiem. “Ayo, Mbak,” ajak Aska, ia berjalan lebih dulu masuk ke dalam warung soto milik Mbok Karsiem, diikuti Asna dari belakangnya.
108.9K viewsCompletedAdded to Library 213 Times as warung ajeng
Read
+Library
KUNTILANAK MERAH

KUNTILANAK MERAH

Bab 6: Warteg Tengah Malam dan Nasi Goreng Arwah --- Sudah menjadi kebiasaan bagi trio Kalibungkus—Raka, Desi, dan Ucup—untuk merayakan setiap kasus supernatural yang berhasil mereka tangani dengan satu ritual sakral: makan malam di Warteg Bu Sri. Warteg Bu Sri terletak di sudut tikungan Pasar Lama, tempat yang terkenal dengan dua hal: pertama, ayam gorengnya yang gurih seperti mantra penyembuh patah hati. Kedua, warteg itu tidak pernah tutup. Bahkan di malam Jumat Kliwon, ketika seluruh desa menutup pintu rapat-rapat dan menggantung bawang putih di jendela, Bu Sri tetap melayani pelanggan dengan senyum lebar dan celemek bertuliskan “Makan, Jangan Takut. Setan Juga Lapar.”
1.0K viewsOngoingAdded to Library 34 Times as warung ajeng
Read
+Library
PELITNYA SUAMIKU

PELITNYA SUAMIKU

''Halo Dek ! "Kangen.....!" ucap Ajeng manja ''wkwkwk...baru berapa jam Dek. " ''Aku di rumah sendiri gabut kak. Ajeng susul kakak ke kantor Ya ?'' ''katanya mau masakin kakak sesuatu. Beli bahannya gih, uang nya di laci kamar.'' ucap Arumi "Masak apa ?" "Acah kangkung, Ayam goreng, kerupuk, sama udang goreng tepung.'' Ucap Arumi
101.7K viewsOngoingAdded to Library 56 Times as warung ajeng
Read
+Library
Istri Kesayangan Juragan

Istri Kesayangan Juragan

“Belikan kangkung, tomat, sama tempe, ya, Nduk. Di warung Bu Sarti aja. Sekalian angin-angin…” Anin hanya mengangguk. Ia belum bicara sepatah kata pun sejak tamparan kemarin. Wajahnya tenang, tapi matanya masih menyimpan bekas luka yang belum reda. Ia melangkah melewati gang kecil, menuruni jalan tanah yang setengah becek. Suara ayam dan sapu lidi berpadu membentuk orkes pagi desa. Tak sampai lima menit, ia sampai di warung sederhana di pinggir jalan—atap seng, dinding triplek, dan bau rempah yang menyeruak dari panci-panci besar.
1.3K viewsOngoingAdded to Library 26 Times as warung ajeng
Read
+Library
Petaka Di Gunung Rinjani

Petaka Di Gunung Rinjani

Suasana warung yang akrab dengan meja kayu dan kursi plastik memberikan pengalaman lokal yang kontras dengan hotel mewah mereka. Warung Bu Sari terlihat sederhana tetapi ramai dengan orang lokal. "Pak Darto! Sudah lama tidak ke sini," sapa pemilik warung dengan ramah. "Ini tamu baru ya? Anak-anak Jakarta yang mau naik Rinjani?" Interaksi ini memberikan kesan bahwa Pak Darto memang dikenal baik di komunitas setempat.
101.4K viewsOngoingAdded to Library 38 Times as warung ajeng
Read
+Library
Kehidupan Setelah Perpisahan

Kehidupan Setelah Perpisahan

Warung itu sudah buka, meski matahari baru muncul malu-malu di balik kabut pagi. Pemilik warung, seorang pria paruh baya dengan sarung disampirkan di bahu, menyambut ramah. “Silakan duduk, Mas. Mau kopi apa?” “Hitam aja, Pak. Dua,” jawab Yoga sambil menarik kursi kayu. Sambil menunggu kopi, Danang membuka percakapan. “Pak, saya mau tanya… Bu Aini sama anak-anaknya sekarang di mana, ya?”
1013.8K viewsCompletedAdded to Library 509 Times as warung ajeng
Read
+Library
Dek Ajeng & Mas Abim

Dek Ajeng & Mas Abim

Detik sekian langkah Ajeng terhenti sejenak, lamat-lamat dia menatap ke sorot mata temannya ini, "Aku masih ingat kata-kata kamu pertama kali pas Mas Abim datang ke jamuan makan malam di rumah kalian. Kamu sangat baik walau kita belum pernah ketemu. Kamu sungguh ingin berteman dengan aku, biarpun aku sendiri enggak tahu-menahu mengenai itu. Kamu berharap kita akan cocok, dan aku udah merasakan kecocokan di dalam pertemanan kita. Aku bakal tersanjung banget andai kamu menempatkan aku sebagai teman berbagi." "Iya, deh. Aku mau. Lain kesempatan aku enggak bakal sungkan lagi buat menghubungimu kamu. Terkadang aku juga kebayang, ih kayaknya seru ya kalau kita pergi bareng." "Kamu harus merealisas
101.4K viewsCompletedAdded to Library 43 Times as warung ajeng
Read
+Library
RATU YANG DINGIN

RATU YANG DINGIN

Batin Ajeng "Kenapa terdiam? Apa kau tidak ingin ikut Dik?" Dewandaru menarik hidung Ajeng begitu kuat, sampai merah karena melamun. "Aduh sakit Kak... Iya, aku akan ikut dengan kalian." Ajeng meringis kesakitan, sambil memegang hidungnya. "Baiklah, kalau begitu bersiap siap malam ini kita akan berangkat. Bawa beberapa dayangmu juga, oh jangan lupa keperluan lainnya juga."
3.5K viewsOngoingAdded to Library 141 Times as warung ajeng
Read
+Library
Istri Pelit Bin Medit

Istri Pelit Bin Medit

Ketus Bang Suryo, lagi-lagi bahas Emas. Esoknya pagi-pagi aku langsung belanja ke warung, dengan diekori Wulan. Terpaksa aku menurut perkataan Bang Suryo, dari pada dia marah. Kira-kira masak apa ya, yang enak dan murah meriah? Aku pun sampai di warung Lek Anik, ternyata sudah ramai saja orang. "Ayam berapa ini Lek?" Tanyaku pada Lek Anik.
1017.3K viewsCompletedAdded to Library 415 Times as warung ajeng
Read
+Library
Mabuk Janda

Mabuk Janda

Jantungku berdegup tidak menentu akibat laki-laki ceking tadi yang sembarangan membangunkannnya. "Mau minum apa? Biar saya pesankan?" tawarnya. Aku mengucek-ucek matanya lalu mengedarkan pandangan sekitar. Sebuah warung dimana ada banyak pria yang berpenampilan hampir sama dengan bapak di hadapku ini. Aku melongok ke depan warung dimana ada banyak truk-truk serupa yang menjual hasil pertanian.
9.9209.1K viewsCompletedAdded to Library 7.5K Times as warung ajeng
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status