Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dibuang Mantan, Dikejar CEO Sultan

Dibuang Mantan, Dikejar CEO Sultan

“Dengarkan aku.. Ammi itu…” * * * Sepanjang perjalanan tadi, Aruna menundukkan kepala dalam-dalam. Wajahnya telah memerah sejak awal dirinya dan Brahmana menaiki mobil dan menuju satu tempat, hingga kini berada di sebuah cafe bernuansa garden vintage. Di meja Aruna dan Brahmana, telah tersaji dua cangkir kopi yang berasal dari biji kopi dekaden dari Kolombia. Tercium harum, namun tidak satu pun dari kedua insan itu yang menyentuh cangkir mereka.
1093.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai warung kopi arjuna
Baca
+Pustaka
Dikhianati Suami, Dinikahi Mantan Pacar Tajir

Dikhianati Suami, Dinikahi Mantan Pacar Tajir

70. Di Balik Layar Kafe kecil di tepi jalan Arjuna terasa pengap sore itu. Lampu kuning redup, aroma kopi lembut bercampur suara mesin motor. Bayu dan Bimo duduk di salah satu meja sudut, memesan dua kopi hitam. Mereka sudah mempersiapkan rekaman percakapan, screenshot transfer, dan beberapa dokumen yang bisa dipakai sebagai pembuka percakapan.
3.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai warung kopi arjuna
Baca
+Pustaka
Kopi Pahit Di Tepi Sudiya

Kopi Pahit Di Tepi Sudiya

Aku menerima kopi dalam cangkir berbahan stainless dengan tangan gemetar. “…,” aku mencoba menggumamkan sesuatu seperti ucapan terima kasih yang sangat ingin kulontarkan tapi lidahku kelu. Serdadu itu hanya tersenyum seakan memahami kebisuanku. Cangkir ini terasa hangat di tanganku, uap kopi mengepul dari dalamnya. Aku sangat merindukan minuman ini. “Harum,” ucapku pada serdadu itu dengan bahasa internasional. Serdadu itu tertawa dan mengacungkan jempolnya. “Terima kasih.” ***
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai warung kopi arjuna
Baca
+Pustaka
Wanita Kedua Milik Pria Arogan

Wanita Kedua Milik Pria Arogan

tanya Harjuna muncul dari balik salah satu rak buku. “Uhm, ini Pak, saya bawakan kopi buat Pak Harjuna.” Arumi segera meletakkan kopi yang dia bawa itu di atas meja yang berada di samping kanannya kemudian terburu-buru mengambil langkah keluar dari ruangan itu. Satu jam berlalu setelah menikmati kopi yang semula Arumi bawa, Harjuna merasa ada yang tidak beres dengan dirinya.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai warung kopi arjuna
Baca
+Pustaka
Mabuk Janda

Mabuk Janda

ujarku sambil mengambil posisi duduk kursi bagian tengah warung itu. "Tunggu sebentar ya Mas." Gadis itu dengan cekatan membuatkan kopi hitam. Mendadak timbul pikiran nakalnya. Sekilas dia melihat Pria itu yang sedang tidak memperhatikannya. Kemudian diam-diam, dia mencampur kopi itu dengan obat kuat. Obat yang dipercaya bereaksi hanya hitungan menit saja. "Ini Kopinya Mas." Gadis itu meletakan secangkir kopi dihadapanku .
9.9209.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.4K kali sebagai warung kopi arjuna
Baca
+Pustaka
Terjerat Gairah Arjuna

Terjerat Gairah Arjuna

Setitik hal yang sangat ia yakini adalah lelaki itu bukanlah sahabatnya yang bernama Arjuna. "Sorry lama," ucapan Tara yang baru muncul itu lantas membuyarkan lamunan sang sobat. "Cepat naik sebelum deras," titah Sena kemudian. Sebelum apa yang ditakutkan menjadi nyata, maka Sena dan Tara segera pergi untuk memenuhi agenda. Tak lain dan tak bukan adalah berkumpul di kafe tongkrongan seperti biasa. Menjadi salah satu dari beberapa jajaran pertokoan, pusat minuman kopi yang didominasi anak muda itu pun kini juga ramai. Hujan, mungkin itu menjadi faktor utama penyebab ruangan hampir dipenuhi pengunjung.
109.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 200 kali sebagai warung kopi arjuna
Baca
+Pustaka
Bagaikan Menu Warteg

Bagaikan Menu Warteg

Jarak warung itu lebih dekat dari rumah baru kami dari pada dari toko Mas Seno. Setelah sampai warung aku lalu langsung memesan makanan. "Mbak. Tolong nasi campur dua ya."pintaku "Eh. Kamu bukannya istri Mas Seno?"tanyanya wanita yang bernama Wanti "Iya."jawab ku. "Sus... Susi sini. Ada calon madu mu tuch."serunya. Aku terkejut mendengar Wanti berteriak memanggil Susi dan mengatakan calon maduku.
3.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai warung kopi arjuna
Baca
+Pustaka
Ya, Sayang?

Ya, Sayang?

Pukul setengah enam pagi, Arjuna sudah berkutat di dapur, membuat satu cangkir kopi hitam pahit kesukaannya. Setelah menyeduh kopi tersebut, Arjuna meletakannya di atas meja makan. Tangan kirinya sibuk memegang ponsel, sambil sesekali jari-jari tangannya menekan layar, sepertinya Arjuna tengah mengetik sebuah pesan pada seseorang.
11.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 321 kali sebagai warung kopi arjuna
Baca
+Pustaka
Ajari Aku Ciuman, Mas CEO

Ajari Aku Ciuman, Mas CEO

Padahal menurut Biya biasa saja, sama seperti restoran lainnya. “Abang bangga kamu bisa ngelakuin hal yang kamu mau sejak. Maaf ya, abang nggak dukung kamu sejak dulu.” Biya tersenyum, air matanya nyaris menetes, bahkan saat Arsen tahu bahwa dirinya langsung mendapatkan undangan dari perusahaan bergengsi, pria itu malah menangis di parkiran mobil. Dari: Maison Devalière – Paris Fashion Group. Subject: Collaboration Invitation – Abiya Ardhanaya.
1021.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 793 kali sebagai warung kopi arjuna
Baca
+Pustaka
I'm Arjuno, Not Arjuna

I'm Arjuno, Not Arjuna

sambungnya. Untuk menenangkan pikirannya yang penuh dengan keributan, Arjuno berjalan kearah dapur. Dia butuh air dingin nan segar untuk sedikit mendinginkan semuanya. Praaak… “A-aden…! Ini serius den Juna kan? Ya Tuhan, Alhamdulillah aden sudah bisa jalan lagi. Terima kasih Tuhan, Engkau sudah mengabulkan doa hamba!” seri bik Siti terkejut melihat Arjuno yang berada di dapur tanpa menggunakan kursi roda.
10256 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7 kali sebagai warung kopi arjuna
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234569
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status