Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Koma

Koma

RIMBA "Bisa nggak nulis kisah orang lain aja, jangan kisah gue, muak gue bacanya males juga nginget masa lalu. Pokoknya bab selanjutnya harus ganti, tulis kisah lain! Fix no debat!" "Ssssttttt. Iya, gue ganti. Please..... jangan berisik." "Ganti di bab ini! Sekarang juga!" "gimana sih, katanya di bab selanjutnya?"
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai wati
Baca
+Pustaka
Liara

Liara

Kali ini gadis remaja itu mengajak berkenalan pria-pria tegap yang mengenakan kaus berkerah warna putih. "Kevin." "Adam." "Gio." Senyum di wajah Tatiana makin melebar. Ia memandangi Liara lagi. "Yang itu, siapa, Kak? Aku menunggu kau memperkenalkan kami. Rasanya, dia berbeda dari yang lain." "Berbeda apanya?" Kali Ini Hagan tak tahan untuk buka suara. Meski setelahnya ia segera mengatupkan bibir rapat dan menggaruk kepala. Liara melempar sorot tak senang barusan.
9.535.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai wati
Baca
+Pustaka
Lika-liku Cinta Terlarang

Lika-liku Cinta Terlarang

Dia kaget sekali karena Wati mendadak muncul di pintu ruangan utama. “Mikirin apa sih To? Puas habis genjotan sama Mami? Enak nggak pepek si Mami? Sama Narti? Enakan mana? Pasti sedap punya Mami kan? Bulu-bulunya lebih tebal, bukit kembarnya juga lebih besar dan bulat. Digenjot sebentar saja pepek Mami pasti langsung basah dan merintih sambil mendesah!” Tanya Wati seraya tersenyum nakal.
1035.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai wati
Baca
+Pustaka
Maaf, Om, Saya Masih Punya Suami!

Maaf, Om, Saya Masih Punya Suami!

Bu Wati baru sadar dam seketika mendadak memegang dadanya. "Ibu butuh air hangat! Dada Ibu tiba-tiba sakit!" "Ibu kenapa?" tanya Marissa panik Bu Wati dipapah untuk duduk di kursi halte, oleh Biru dan juga Bu Marissa. Bu Wati gemetaran karena takut Marissa menyadari apa yang baru saja ia katakan soal sakitnya. "Sa, tolong Carikan air putih hangat, cepat!" Biru memberi kode pada Sasa. Gadis itu pun melesat pergi.
1029.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 789 kali sebagai wati
Baca
+Pustaka
Status WA Mantan Istri Suamiku

Status WA Mantan Istri Suamiku

Status WA Mantan Istri Suamiku 2 Amarahku langsung naik ketika membacanya. "Baca ini WA dari Mbak Rima!" Aku kembali memberikan ponselku padanya. "Apa salahnya?" Mas Hans malah kembali bertanya.
109.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 271 kali sebagai wati
Baca
+Pustaka
Jangan, Mas. Nanti Ketahuan!

Jangan, Mas. Nanti Ketahuan!

tanya Yuyun berbisik penasaran, matanya terus mengekor punggung Vega yang kian menjauh. “Biarin aja, mungkin mau minum sama genderuwo. Udah siap nih. Aku mau ke atas dulu,” ucap Wati bersiap-siap memindahkan mie goreng sewangi surga beserta pelengkapnya ke atas nampan.
10157.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.9K kali sebagai wati
Tampilkan Ulasan (27)
Baca
+Pustaka
Dara Tresna Anjasmara
Mohon maaf Brader Sister sekalian, ada typo bab. Harusnya bab 203 pake judul, malah jadi 202 nggak pake judul. Wkwkwk. lanjut baca ya, itu bukan double bab, tapi emang beda bab dan jelas isinya beda jauh.
Mrs.B
Maaf thor, izin promosiin novel teman ya. Seru nih. Judulnya "DI ANTARA SUAMIKU DAN SAHABATNYA: RAHASIA DI BALIK KEHAMILANKU." Premis: Seorang istri yang terjebak di antara suami dan sahabat suaminya harus menyimpan rahasia kehamilan yang bisa menghancurkan pernikahan sekaligus persahabatan mereka.
Baca Semua Ulasan
Pusaka Idaman Gadis Desa

Pusaka Idaman Gadis Desa

Ia menarik tubuh Bu Wati agar semakin merapat ke arahnya hingga tidak ada lagi jarak yang memisahkan kulit mereka berdua. Bu Wati tidak menjawab dan justru menuntun telapak tangan Tresna untuk lebih dalam meraba bagian tubuhnya yang lain. Ia membiarkan pria itu merasakan sensasi kulitnya yang terasa licin dan semakin panas akibat gairah yang terus meningkat. "Sekarang jangan panggil aku Ibu, Mas... panggil aku Wati saja, aku mau merasa menjadi wanitamu malam ini," bisik Bu Wati.
8.452.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai wati
Baca
+Pustaka
Patah

Patah

Jika tidak, banyak alasan untuk menjelaskan pada Manggala. Setelah berpamit dan berterima kasih pada Lydia, Nayara berjalan ke arah lift sambil mengaktifkan ponsel. Begitu ponselnya terhubung dengan internet, notifikasi yang masuk sangat lancar. Ketika dia membuka aplikasi W******p, chat-nya bergerak sangat cepat seperti kocokan undian di TV berkat puluhan WAG-nya. Menunggu badai notifikasi mereda, dia melihat saja chat-nya bergerak liar. Tepat ketika pintu lift membuka chat teratas menunjukkan nama Satria Jayantaka.
1028.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 947 kali sebagai wati
Baca
+Pustaka
Cinta Seorang Pengasuh

Cinta Seorang Pengasuh

Alis Chika langsung menukik tajam melihatnya. “Ada apa?” tanyanya dengan nada penuh kecurigaan. Wati menelan saliva dengan gugup. Ia terlihat ragu apakah hendak mengatakannya atau tidak, setengah diri Wati merasa takut dengan Chika yang terlihat berkuasa di matanya. “Sepertinya, aku tidak bisa mengikuti kesepakatan itu,” tutur Wati dengan pandangan tertunduk segan. Pandangan Chika seketika bertambah tajam.
1073.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai wati
Baca
+Pustaka
Kau Jandakan Aku, Kududakan Dirimu

Kau Jandakan Aku, Kududakan Dirimu

ledek Bu Soimah. "Siapa ya? Saya nggak kenal tuh sama Anda," balas Wati mengalihkan pandangan. Menit kemudian, Wati pun bangkit dari duduknya, jalan maju beberapa langkah, kemudian menoleh ke kanan dan ke kiri, belum ada tanda-tanda batang hidung Bram. "Lama banget kamu, Bram," umpat Wati. "Ck! Kalau tahu bakal ketemu manusia yang satu ini, mending aku ikut sama Bram saja tadi," keluhnya lagi.
1087.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai wati
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status