Istri Lima Belas Ribu
“Kamu pergi aja, sana. Jangan sampai, suami Mbak Nia lihat kamu di sini. Urusannya bisa kacau.”
“Ah, Mbak T**i jangan becanda, deh.”
“Wati, Umar. Nama saya Wati, bukan T**i. Telinga bud*ek juga, ngakunya jadi orang kepercayaan bupati!”
“Ah, kamu sirik karena aku gak pengin Nia dapat pria terhormat macam aku, kan? Jangan ikut berhalusinasi gitu, dong.”
“Umar, udah. Pulang, sana. Nanti suamiku pulang.”
Bab Populer