Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
LATIFAH: Derita Istri yang Terbuang

LATIFAH: Derita Istri yang Terbuang

Selama tiga hari itu, Zoelva praktis hanya datang ke cabang gerainya tak lama, pada pagi hari saja, karena pada siang harinya ia mengajak Latifah dan rombongan kecilnya ke tempat-tempat wisata di sekitar Daerah Istimewa Yogyakarta, seperti ke Candi Prambanan, Gua Pindul, Pantai Parangtritis, Benteng Vredeburg, Keraton, Monumen Jogja Kembali, Kampung Wisata Taman Sari, Kaliurang, Kebon Binatang Gembira Loka, dan Pasar Beringharjo untuk belanja batik. Pada malam hari pertammanya, Zoelva mengajak mereka untuk menikmati pesona malam di Malioboro dan wisata kulinernya yang terkenal dengan lesehannya. Lalu malam berikutnya ia mengajak mereka jalan-jalan ke sebuah mall yang masih dalam kawasan Jl.
107.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 203 Beses bilang wayang kulit gagrag yogyakarta
Read
+Library
DUNIAKU YANG HILANG

DUNIAKU YANG HILANG

Savanna beruntung hidup dinegeri dua musim ini dan bangga setiap kali memperagakan busana batik tulis warisan budaya leluhurnya. "New Age of Yogyakarta", by Rio Stefan akan menyajikan karyanya yang terinspirasi dari traveller yang modis. Batik tulis dari Yogyakarta ini siap dalam ajang pameran budaya Indonesische Culturele Maand yang berlangsung di kota Best, Belanda . Sebanyak 40 kain dan 50 busana akan dipamerkan di ajang pameran budaya Indonesia tersebut. Selain memamerkan kain dan sejarah motifnya, di ajang pameran budaya Indonesische Culturele Maand juga digelar peragaan busana.
103.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 96 Beses bilang wayang kulit gagrag yogyakarta
Read
+Library
Tanah Larangan: Jangan Bawa Pulang Apa pun

Tanah Larangan: Jangan Bawa Pulang Apa pun

Semua terdiam. Permintaan itu terdengar sederhana, tapi penuh makna. Wayang kulit adalah jembatan antara dunia manusia dan dunia roh. Kuda lumping adalah lambang trance, keterhubungan dengan arwah leluhur dan dunia gaib. Ki Harjo akhirnya berbicara, “Kami terima. Asal tak ada lagi korban, dan tak ada lagi yang ditumbalkan.”
1.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 28 Beses bilang wayang kulit gagrag yogyakarta
Read
+Library
Terjebak Hasrat Terlarang Pria Ibu Kota

Terjebak Hasrat Terlarang Pria Ibu Kota

balas Gelar dengan bangga. Mereka menghabiskan waktu beberapa jam dengan sangat santai. Menikmati es krim di pinggir jalan, melihat pengrajin batik bekerja, dan tentu saja, membelikan beberapa mainan kayu khas Yogyakarta untuk kedua putra mereka. Kehadiran Gelar yang begitu protektif namun tetap memberikan ruang membuat Bita merasa benar-benar dijaga. Rasa takut akan bayangan masa lalu seolah menguap terbawa angin sepoi-sepoi kota Yogyakarta.
9.72.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 88 Beses bilang wayang kulit gagrag yogyakarta
Ipakita ang mga Review (6)
Read
+Library
Hayatun
Bagus kisahnya. Bita yang dari desa harus beradaptasi dengan kota jakarta yang penuh godaan dan keras. Jadi penasaran nanti bagaimana nasib bita di jakarta, dan akan menjadi apa. jangan putus cerita ya tor.
Nirmala AB
Bagus nih ceritanya. kok viewnya dikit banget ya? aplikasi harusnya bisa melirik tulisan berkualitas seperti ini agar bisa dikenal lebih banyak pembaca. bantu promoin lah. kan kalau laku, aplikasi juga dapet hasil.
Basahin ang Lahat ng Review
OB - Sang Pewaris Rajah Terkuat

OB - Sang Pewaris Rajah Terkuat

Beberapa niyaga tampak langsung bergotong-royong menurunkan instrumen gamelan dan dua buah kotak kayu jati berukuran besar yang sudah pasti berisi set wayang kulit purba. "Sugeng sonten, Dokter Harsha," (Selamat sore, Dokter Harsha,) sapa Pak Ronggo dengan nada santun.
1012.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 418 Beses bilang wayang kulit gagrag yogyakarta
Read
+Library
JANDA CANTIK SANG CEO AROGAN

JANDA CANTIK SANG CEO AROGAN

jawab Jasman tegas sembari mengaitkan jari kelingkingnya pada jari kelingking bos cantiknya. “Duh, kenapa Mbak tak tahu banyak ya? Padahal di Jogja ini Mbak bukan orang baru, lho. Yang Mbak tahu ya Parangtris, Telaga Putri lereng Merapi, Kali Kuning, Samas, Borobudur, Prambanan, Keraton, dan tentu saja Malioboro.” “Ya wajar, karena Mbak Wid teralu sibuk dengan pekerjaan, mungkin?”
1011.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 339 Beses bilang wayang kulit gagrag yogyakarta
Read
+Library
TEROR SINDEN GHAIB

TEROR SINDEN GHAIB

Beberapa di antaranya terbuka, menampilkan kostum-kostum tari yang digantung rapi: kebaya berbagai warna, jarik bermotif halus, selendang panjang yang terlihat lusuh namun terawat. “Wah,” gumam Bagas pelan. “Ini kebaya asli semua ya, Pak?” “Nggih,” jawab Pak Wiryo sambil tersenyum. “Iki wis lawas-lawas. Saking jaman biyen. Mboten saged sembarangan dipun-ginakaken.”
962 viewsOngoingIdinagdag sa Library 34 Beses bilang wayang kulit gagrag yogyakarta
Read
+Library
Cinta Yang Lain

Cinta Yang Lain

“Ay... ini Jakarta, bukan karnaval budaya. Di mana aku cari penjual gule kambing pakai baju adat siang-siang begini? Biasanya kan mereka di warung tenda malam-malam, itu pun bajunya kaus oblong biasa.” “Nggak tahu. Pokoknya dedek bayinya bilang, kalau nggak ketemu Bapak berkumis tebal berbaju Madura, dia nggak mau makan gule kambingnya,” Ayla mengelus perutnya dengan wajah yang disedih-sedihkan.
10635 viewsOngoingIdinagdag sa Library 20 Beses bilang wayang kulit gagrag yogyakarta
Read
+Library
Bos yang Memecatku, Kini Memaksaku Jadi Istrinya

Bos yang Memecatku, Kini Memaksaku Jadi Istrinya

Di balik robekan kain itu, tampak sepasang gundukan kembar yang membusung indah, terbungkus oleh bra renda berwarna merah menyala—kontras dengan kulit putih susunya yang mulus. Melihat pemandangan indah itu, Ararya mendengus dengan tawa rendah yang serak. Pria gila ini sangat menyukainya. Warna merah itu seolah membakar sisa-sisa kewarasan yang ia miliki. Tanpa membuang waktu, tangan besar Ararya langsung merangkum penuh kedua gundukan yang telah menjadi candu barunya sejak malam liar mereka di Yogyakarta. Ukurannya begitu pas, meluap di antara sela-sela jarinya saat ia meremas dan membentuknya dengan tuntutan yang teramat posesif.
102.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 53 Beses bilang wayang kulit gagrag yogyakarta
Read
+Library
Playboy Kampus

Playboy Kampus

Meskipun kaca jendela mobil dalam keadaan tertutup, namun Widya masih merasakan kedinginan. Jalanan yang mereka lewati sangat berkelok-kelok. Seketika itu Widya ingat kembali pada jalanan yang penuh kelokan di kotanya, Yogyakarta. Telapak tangan Widya menjadi basah. Widya masih tetap teringat pada jalanan yang berkelok di Yogyakarta. Kepalanya pun tiba-tiba jadi pening. Di Yogyakarta, di daerah yang dingin itu, Widya pernah mengalami kegetiran hidup yang paling getir dalam sejarah perjalanannya. Yogyakarta, kota yang pernah menghempaskannya dalam pelukan nasib yang sangat kelam. Keringat dingin menempel di pori-pori Widya. Dia memejamkan matanya. Sehingga Widya tidak menyadari kalau perjalan
109.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 356 Beses bilang wayang kulit gagrag yogyakarta
Read
+Library
PREV
1234567
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status