Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pelukan Dingin Tuan Muda

Pelukan Dingin Tuan Muda

Pertunjukan sebentar lagi akan dimulai tapi tempat di sampingnya masih kosong tapi Laiba sedang tidak terburu-buru menunggu dengan sabar pemilik kursi di sampingnya. Setelah pertemuannya dengan Fang Laiba tidak langsung kembali akan tetapi menikmati waktu luangnya, suasananya di Jogyakarta begitu damai menurutnya meskipun ada banyak orang dimana-mana kini duduk di tengah begitu banyaknya orang untuk melihat pertunjukan wayang orang dengan alunan gamelan yang indah. Setelah waktu berlalu beberapa saat seorang dengan jas hitam duduk di sampingnya aroma dari laki-laki itu sudah dapat dikenali oleh penciuman Laiba, mereka berdua tidak ada yang memulai pembicaraan maupun sapaan keduanya fokus pad
1.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai wayang kulit gagrag yogyakarta
Baca
+Pustaka
The Sage

The Sage

~The Sage~ Istana Kerajaan Jeon. Yoongi tengah bercermin, mengamati seluruh wajah dan tubuhnya sebelum seekor gagak masuk, terbang penuh dengan ketidakseimbangan dan berakhir mati saat menabrak cermin. Kedua mata Yoongi menelisik, mayat gagak itu berubah menjadi cairan pekat berwarna hitam lalu mengeluarkan asap. Lelaki tampan yang mengenakan jubah hitam bertahtakan intan hitam di kepalanya itu menggertakan giginya, dia tentu tahu apa maksudnya.
551 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai wayang kulit gagrag yogyakarta
Baca
+Pustaka
LEAK

LEAK

sahut Wayan Suri sambil memegang bunga kenanga di telapak kakak sepupunya. Mak Nah mengangguk dan tersenyum lalu melanjutkan cerita. “Dadong berkata, kamen ini disuruh pake saat darurat.” “Kamen?” tanya Wayan Suri yang segera membuka kotak yang dipegangnya dan tampak di dalam, ada sebuah kamen motif tenun. “Ini tenun Gringsing, Tenganan. Tenun langka warna dari darah,” ucap Ni Kesumasari yang mengambil kain lalu berdiri dan membeber kamen tersebut.
9.916.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 605 kali sebagai wayang kulit gagrag yogyakarta
Baca
+Pustaka
Panasnya Ranjang Kakak Ipar

Panasnya Ranjang Kakak Ipar

Kaliurang Km 15, Sleman - Yogyakarta. Potongan struk belanja yang diam-diam ia sembunyikan di balik pakaian dalamnya terasa seperti bara api yang membakar kulitnya. Itu adalah bukti pertama. Arga selalu bilang mereka berada di antah berantah, jauh dari peradaban, untuk menghindari Rekha. Tapi struk itu membuktikan bahwa Arga dengan santai pergi ke minimarket di kawasan padat penduduk di Yogyakarta. Arga tidak sedang bersembunyi layaknya buronan yang ketakutan. Arga bergerak dengan penuh percaya diri.
1016.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 460 kali sebagai wayang kulit gagrag yogyakarta
Baca
+Pustaka
SUGAR MOMMY KESAYANGAN

SUGAR MOMMY KESAYANGAN

Aroma makanan khas Yogyakarta seperti gudeg dan bakpia menebar keharuman di udara, mengundang para pengunjung untuk mencicipi lezatnya kuliner lokal kota Yogyakarta. Para seniman jalanan dan musisi biasanya menghibur pengunjung dengan pertunjukan jalanan mereka. Ada penampilan musik tradisional Jawa, tarian, dan pertunjukan seni lainnya yang memperkaya pengalaman para wisatawan. Suasana riang dan semangat seni melingkupi setiap sudut, menciptakan lingkungan yang menyenangkan dan penuh kegembiraan.
105.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 191 kali sebagai wayang kulit gagrag yogyakarta
Baca
+Pustaka
HYANG YUDA

HYANG YUDA

Gaganacara dalam bahasa Jawa Kuno berarti melayang. Dengan menggunakan kemampuan khusus yang dimilikinya yakni Wulung Caksu(5), Hyang Yuda mulai melacak keberadaan dua Durbiksa yang sedang melarikan diri. Sembari melayang di udara, Hyang Yuda melihat dua Durbiksa yang sedang dikejarnya memilih berpencar ke dua arah yang berbeda. Hyang Yuda yang saat ini sudah membuat bayangan hingga sembilan buah, kini terpaksa membuat satu bayangan dirinya lagi untuk mengejar Durbiksa yang melarikan diri ke arah yang berlawanan.
104.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 141 kali sebagai wayang kulit gagrag yogyakarta
Baca
+Pustaka
Kau yang Diantaranya

Kau yang Diantaranya

Yang paling sering dijumpainya adalah keris, wayang kulit, dan guci antik era kerajaan China. "Gak bisa tidur Za?" Rupanya Gahara terbangun pukul dua, dia melihat Aiza yang fokus dengan buku di tangan dan gak menyadari kedatangannya. Lelaki berkepala cepak itu mengambil air di dapur, lalu ikut duduk di sofa bersama Aiza. "Buku apa, kayanya seru." Tanyanya iseng. "Kisah Tanah Jawa Mas, gak bisa tidur ya coba baca aja daripada ngelamun." Jawab Aiza tanpa menoleh, Gahara cuma mengangguk sambil menyeruput teh hangat.
8.55.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 217 kali sebagai wayang kulit gagrag yogyakarta
Baca
+Pustaka
Benteng Terakhir Pernikahan

Benteng Terakhir Pernikahan

Kanan kirinya masih ramai pertokoan yang memamerkan pakaian, tas, buah tangan khas Yogyakarta. Sesekali mereka duduk di kursi yang disediakan, menghilangkan penat kaki dan melihat kereta kuda yang terparkir menunggu penumpang. Meski para kusir harus bersaing dengan ojek dan bentor, namun mengendarai kereta kuda selalu menjadi pilihan menarik khususnya bagi para turis asing.
1010.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 249 kali sebagai wayang kulit gagrag yogyakarta
Baca
+Pustaka
Setelah 17 Tahun

Setelah 17 Tahun

“Aku takut salah. Soalnya rambut kamu beda.” Laura melihat sekilas. Memang dia masih pakai seragam SMA Harapan dan rambutnya lurus. Raymond mengajak Laura ke suatu tempat. Di Yogyakarta banyak sekali wisata alam yang terkenal dari Pantai Parangtritis, Kalibiru, Goa cerme, dan lainnya. Salah satu wisata alam yang dapat dikunjungi di Yogyakarta adalah Puncak Becici . Wisata alam ini memiliki hutan pinus seluas 4,4 hektar dengan alamnya yang masih alami dan hijau, udara yang sejuk dan sejuk yang belum tercemar polusi.
107.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 237 kali sebagai wayang kulit gagrag yogyakarta
Baca
+Pustaka
LATIFAH: Derita Istri yang Terbuang

LATIFAH: Derita Istri yang Terbuang

Selama tiga hari itu, Zoelva praktis hanya datang ke cabang gerainya tak lama, pada pagi hari saja, karena pada siang harinya ia mengajak Latifah dan rombongan kecilnya ke tempat-tempat wisata di sekitar Daerah Istimewa Yogyakarta, seperti ke Candi Prambanan, Gua Pindul, Pantai Parangtritis, Benteng Vredeburg, Keraton, Monumen Jogja Kembali, Kampung Wisata Taman Sari, Kaliurang, Kebon Binatang Gembira Loka, dan Pasar Beringharjo untuk belanja batik. Pada malam hari pertammanya, Zoelva mengajak mereka untuk menikmati pesona malam di Malioboro dan wisata kulinernya yang terkenal dengan lesehannya. Lalu malam berikutnya ia mengajak mereka jalan-jalan ke sebuah mall yang masih dalam kawasan Jl.
107.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 204 kali sebagai wayang kulit gagrag yogyakarta
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status