Into You
Aku merutuki diriku sendiri, tentu saja dalam hati.
Sudah saatnya aku sadar. Kembali ke kenyataan. Aku menggeleng dan menarik nafas yang dalam untuk mengumpulkan kembali kepercayaan diri dan keberanianku, melangkah maju menghampiri Brian. Tanganku terulur menyerahkan surat cintaku. Brian kembali melihatku, kali ini dengan tatapan yang susah untuk dijelaskan.
“Sorry, gue bukan tukang pos,” ucapnya dingin. Memecah kesadaranku. Suratku, ditolak.
Bab Populer